Banner Event

Inilah Tampang Begal yang Gorok Leher Driver Ojol Maxim Pontianak Hingga Tewas

AKSIBORNEO – “Kota Pontianak dan belasan daerah kabupaten kota di Kalimantan Barat yang selama ini aman dari gangguan begal, tiba-tiba dikejutkan dengan kejadian mengenaskan menimpa seorang driver Ojol tewas digerek lehernya oleh aksi begal sepedamotor.”

DIBERITAKAN terdahulu warga menemukan sesosok mayat berlumuran darah di tepi parit di kawasan Desa Sungai Rengas, dan selanjutnya ditangani oleh pihak kepolisian.  

Korban belakangan diketahui bernama Ahmad Faisal (33), pengemudi ojek online (Ojol) Maxim, warga Jalan Komodor Yos Sudarso Gang Satpraja, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat.

Tiap kali mendapat orderan penumpang atau barang, sebelum dan setelah sampai tujuan, Faisal biasa memberitahu Ersi Yolanda (25) – isterinya lewat tilpon selulernya.

Demikianlah malam itu, Sabtu (25/2-2023), sekira jam 22.00 WIB Ersi diberitahu oleh suaminya mendapat orderan penumpang mengaku bernama Panji. Dia minta diantarkan ke Desa Sungai Rengas dari Jalan Yos Sudarso dengan biaya Rp.14.000.-

Namun, hingga 30 menit berikutnya, tak ada kabar dari Faisal. Padahal jarak tempuh ke tujuan hanya sekitar 15 menit, jalan lurus beraspal sejauh hanya lk.6 Km dari tempat Faisal menaikan penumpangnya di Jalan Komodor Yos Sudarso ke Desa Sungai Rengas, kawasan sepi di malam hari.

Sekitar jam 23.00 WIB, Ersi coba menghubungi HP suaminya, tapi berkali-kali dikontak, seluler Faisal tidak aktif.

Ersi yang sudah cemas, seperti diceritakan seorang warga mengutip cerita Ersi, melapor ke Polsek Sungai Kakap. Tapi polisi minta tunggu 1 x 24 jam baru laporan bisa ditindaklanjuti.

Sampai akhirnya geger penemuan mayat bersimbah darah, Sabtu (25/2-2023) pagi. Sosok mayat tersebut ternyata Ahmad Faisal yang dicemaskan dan dilaporkan isterinya, belum 1 x 24 jam berlalu.

Video viral yang berseliweran bernarasi kalau Faisal adalah korban begal sepedamotor. Juga beredar gambar identitas korban dengan narasi MAXIM BERDUKA.

Benar saja, hanya sekitar 6,5 jam setelah olah TKP, pelaku yang menggerek sekujur leher Ahmad Faisal, berhasil dibekuk polisi di atas sebuah perahu motor transportasi sungai karena akan kabur ke Ketapang untuk seterusnya berencana numpang kapal barang antar pulau kabur ke Jawa Tengah.

Barang bukti sepedamotor berplat F 2309 AAB, embelem identitas dan dompet korban, juga pakaian korban yang berlumuran darah disita polisi, sedangkan senjata tajam dan hp korban yang dibuang pelaku ke dalam parit tak jauh dari TKP ditemukan polisi.

Baca Arikel terkait :

Kronologi Aksi Polisi Akhiri Aksi Begal asal Kebumen yang Beraksi di Kubu Raya, Kalimantan Barat

Minggu (27/2-2023), Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, dikabarkan melayat ke rumah kediaman almarhum Faisal, diterima Ersi Yolanda – isteri almarhum Ahmad Faisal dan keluarga yang masih diliput duka.

Edi menyampaikan turut belasungkawa meskipun korban warga pendatang dari Bogor, tapi isterinya kan warga Pontianak asli, bertempat tinggal di wilayah kota Pontianak, Kecamatan Pontianak Barat.  

Siapa Pelaku dan Korban?

Antara pelaku dan korban tidak saling kenal sebelumnya.

Pelaku yang sebelumnya disebut berinitial Sp, adalah Supriyono warga Kebumen, Jawa Tengah, kelahiran tanggal 24 Februari 2002. Jadi aksi brutalnya, dia lakukan pada sehari setelah hari ulang tahunnya yang ke-21.

Menurut pengakuannya, dia baru 6 bulan berada di kota Pontianak dan ngekos untuk mencari pekerjaan. Karena kehabisan ongkos dan tak dapat pekerjaan, ceritanya, maka dia nekat melakukan pembegalan untuk kemudian akan menjual sepedamotor hasil begalannya ke Jawa.

Tentu saja polisi tak begitu saja percaya mendengar keterangan pelaku, pendalaman terus dilakukan oleh penyidik.

Melihat tampang pelaku yang culun, seakan tak percaya kalau dia yang masih anak muda belia merupakan seorang pembunuh berdarah dingin.

Akan halnya Ahmad Faisal – korban (33), juga pendatang. Korban asal Bogor, Jawa Barat, baru satu tahun ikut isterinya orang Pontianak, Ersi Yolanda (25) dan menempati Rumah di Jalan Komodor Yos Sudarso, Gang Satpraja, Pontianak Barat.

Sepedamotornya juga dibawanya serta, Honda Vario warna merah nomor polisi Bogor F 2309 AAB, belum sempat ia mutasi ke plat nomor polisi Kalimantan Barat, KB.

Sehari-harinya, Faisal bekerja pada sebuah toko bangunan, malam harinya nyambi sebagai driver Ojol untuk menafkahi keluarganya.

Kini Ahmad Faisal telah tiada. Almarhum yang oleh para tetangganya dikenal berkelakuan baik, meninggalkan seorang isteri dan seorang putra, balita berusia 1,5 tahun. Miris!***

Comments
Loading...