AKSIBORNEO – Sejumlah relawan yang berhimpun dalam Relawan Anies Presiden-24, mengadakan rapat panitia persiapan Deklarasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kalimantan Barat Relawan Anies P-24, Selasa (7 Februari 2023) petang.”
RAPAT diselenggarakan di lantai dasar Sekretariat Relawan Anies P-24 di kawasan jembatan merah putih Komplek Bali Agung 3, Jalan Perdana, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak. Dihadiri oleh sejumlah pengurus terpilih yang akan dikukuhkan menjadi pengurus devinitif pada Deklarasi DPW Kalimantan Barat Relawan Anies P-24.
Deklarasi akan diselenggarakan, Sabtu (11 Februari 2023), sepekan sebelum kunjungan silaturahmi Anies Baswedan di Pontianak pada 17 – 11 Februari 2023 untuk beberapa acara terjadwal, antara lain dialog dengan masyarat, senam massal bersama Anies yang hingga pagi ini, Rabu (8 Febr) tercatat sudah hampir 70.000 orang mendaftar untuk ikut serta, dan beberapa kegiatan lainnya. Sementara di beberapa kabupaten/kota di provinsi ini dikabarkan juga sudah terbentuk DPD-DPD.
Rapat dipimpin langsung oleh Letkol TNI AD (Pur) Mirwanto, mandataris DPP Relawan Anies P-24 untuk membentuk kepengurusan DPW Kalbar dan Kalteng.
Pada rapat yang berlangsung serius tapi santai selama hampir dua jam, Mirwanto mengawali dengan mengenalkan dirinya asal Kalbar juga, kelahiran Mempawah yang selama ini bertugas di kantor pusatnya di Jakarta.
Dalam pengarahan dan pesannya dia berharap antara panitia dan pengurus baik sebelum maupun sesudah deklarasi sampai hari H 2024, dapat terus menjalin hubungan atau kerjasama yang baik sebagaimana diperlihatkan dalam sebulan terakhir.

Menurut Mirwanto, dirinya mengetahui dan memahami, bahwa panitia dan pengurus bekerja maksimal jelang kunjungan Anies Baswedan, sehingga ia merasa tak perlu banyak memberi pengarahan selain sedikit petunjuk ihwal interaksi dan prosedur.
“Saya lihat meskipun nampak santai, tapi bekerja maksimal apa adanya”, kata Mirwanto.
Perbedaan pekerjaan atau profesi maupun perbedaan latarbelakang pendidikan, pesannya, hendaknya tidak menjadi hambatan untuk mencapai apa yang menjadi tujuan.
“Perbedaan pendapat itu biasa, tapi cairkan saja dengan saling pengertian,” ujarnya.
Lebih jauh Mirwanto menekankan, dalam integrasi keluar jangan sampai saling hujat atau menjelek-jelekan.
“Jika ada masukan dari luar, dengarkan saja. Kalau baik boleh dipakai, kita diskusikan, koordinasikan. Akan tetapi kalau tidak atau kurang berkenan, anggap mendengar suara angin lalu saja, jangan menyinggung perasaan, jangan jadi panas atau sakit hati”, imbuhnya.
“Jagalah hati”, imbuhnya.
Mirwanto pun bertamsil, burung pipit itu kecil, tapi karena banyak dan bersatu padu masing-masing membawa setitik air di paruhnya yang kecil, dapat menaklukan api Raja Namrud yang menyala-nyala, sehingga Nabi Ibrahim selamat dari kobaran api yang menjadi dingin.
“Jangan jadi cicak, taunya cuma mengejek. Sampai sekarang cicak-cicak tahunya cuma mengejek, tak mau mengakui prestasi burung pipit yang sudah nyata”, tutur Mirwanto.
“Semua orang mengetahui dan menyebut Anies Rasyid Baswedan sosok putera terbaik bangsa Indonesia, berdedikasi dan berprestasi walaupun diserang dari kanan-kiri. Kita juga mengetahui, yang lain juga putera terbaik bangsa ini”, papar Mirwanto.
“Tapi pilihan kita tetap Anies, karena Anies itu kader bangsa, bukan kader partai”, pungkasnya.*
