Banner Event

Ini Pesan Ramadhan Ustadz Miftahul Ulum 1444 H dari Pontianak

AKSIBORNEO – “Menghadapi atau memasuki bulan suci Ramadhan, setelah meninggalkan dua bulan penuh makrifat sebelumnya, Rajab dan Sya’ban yang merupakan bulan untuk kita meningkatkan keimanan dan taqwa, makin mendekatkan diri kepada Allah SWT.”

SETAKAT ini, ungkap Ustadz Miftah, umumnya orang menganggap membaca suratul Yasin hanya untuk mengawali haul atau tahlil dan ditutup dengan doa tahlil. Padahal surah Yasin itu jantungnya Alqur’an, boleh dibaca kapan saja, tergantung niat  pembacanya.

“Jelang Ramadhan ini, biasa juga disebut bulan-bulan ruah. Ruah di sana ruah di sini, tahlil di sana tahlil di sini, haul di sana haul di sini, tak siang tak malam. Kita awali dengan membaca suratul Yasin, lalu tahlil, dan dilanjutkan dengan doa tahlil”, kata Ustadz Miftahul Ulum dalam sebuah kesempatan mengawali bincang-bincangnya dengan AksiBorneo baru-baru ini.

 “Yasin, lima kuri a’la,  Yasin itu tergantung niat pembacanya”, ujar Ustadz Miftah.

Ustadz Miftahul Ulum memberi contoh, seandainya ada yang ingin anaknya lulus ujian sekolah, atau ingin jadi ANS, ingin dapat jodoh, atau ingin jadi anggota dewan, niatkan dengan membaca surat Yasin sebagai doa agar terkabul apa yang dicita-citakan.

Barangkali selama ini kita kurang minta kepada Allah SWT. Allah maha kaya, Allah maha mendengar. Baca surat yasin sebanyak-banyak. “Ya Raab kabulkan hajat dan niatku”, ujarnya.

“Jangan minta ke dukun! Syirik, musrik itu”, imbuhnya.

Ketika kita tahlil dan diawali tawasul dan membaca Yasin, kita niatkan untuk almarhum dan almarhumah. Mengapa? Karena para orangtua kita di alam kubur menantikan kiriman fateha dan surat Yasin dari anak-anaknya.

Kenapa itu terjadi? Karena dikatakan oleh Rasulullah SAW, Alkabru inma radha min riadhil jannah, kubur itu bisa menjadi kebun-kebun surga bagi mereka yang telah mendahului kita, wa inma khubratun min hufarin nira, kubur itu juga bisa menjadi lubang diantara lubang-lubang api neraka.

Olehkarena itu kita baca surat Yasin, tahlil dan doa, kita niatkan bagi kesejahteraan almarhum dan almarhumah yang kita bacakan. Jangan anggap baca tahlil, baca yasin, itu bid’ah. Sedikit sedikit bid’ah.

“Apakah tahlil yang kita bacakan sampai kepada almarhum dan almarhumah yang kita tuju? Pasti sampai”, ujar Ustadz Miftah.

Bagaimana tidak sampai, Rasulullah SAW setiap kali lewat kuburan mengucapkan salam, Assalamualaikum ya ahlal kubur….. Salam itu salam keselamatan. Mudah-mudahan wahai para penghuni kubur  Allah berikan kalian keselamatan, dan kami pasti menyusul.

Artinya, betapa penting anak-anak almarhum almarhumah dan keturunan berkirim fateha, tahlil dan surat Yasin untuk kedua orang tua dan nenek datuk mereka.

“Jangan baca Yasin tahil itu hanya karena kebetulan bulan ruah atau karena akan tahlil saja. Mestinya kita kenang ibu bapak kita tiap ba’da sholat lima waktu. Dan perbanyak baca Alqur’an di bulan Ramadhan ini,  jangan lupa kirim fateha, baca Yasin, usai shalat lima waktu atau sesudah baca Qur’an”, kata Ustadz Miftah.

“Apa susahnya berkirim fateha untuk leluhur kita yang kita kenang. Biar mereka sejuk di alam kuburnya. Apa susahnya kirim fateha, bukan kirim makanan”,  imbuhnya.

Sebab, kata Ustadz Miftah pula, makanan orang-orang ahli kubur, makanan orang-orang meninggal, adalah fateha, doa, surah Yasin, Alquran, Baca; Allahumaj’al ma karaktu min hazihil ayatil karimah liaba waiya, niatkan; ya Allah aku baca quran ini, aku baca yasin ini, aku baca fateha ini, untuk kedua orangtuaku.

“Itu sampai, kita yang membacakannya pun mendapat pahala. Jangan ingat kedua orangtua kita yang telah tiada itu, hanya saat di tahun atau bulan-bulan ruahan saja. Padahal kedua orang tua kita, almarhum-almarhumah rindu menanti kiriman kita”, tutur Ustadz Miftah.

Bayangkan, papar Ustadz Miftah, yang kita baca di dalam tahlil itu, adalah ayat-ayat Allah. Albaqarah kita baca, suratul fateha kita baca, kemudian kita baca tahlil lagi, La illaha illallah, afdalu zikri sebaik-baik zikir kepada Allah; La illaha ilallah.

Kenapa? Man kana La illahailallah akhir hayati, man kana akhiru kalami. Kata Nabi Muhammad SAW, barang siapa di akhir hayatnya mengucapkan dengan ucapan Laillaha ilallah ma halal jannah. Pasti dijamin baginya surga.

Maka biasakan mengucapkan Lailla ha illallah. Mudah-mudahan kita semua tatkala dipanggil Allah, mengucapkan kalimah Allah, Laillahaillalah…..***

Comments
Loading...