Banner Event

Wisuda XXV TPQ-MDT Darul Muttaqien, Ka.KUA Pontianak Barat: Saya Terharu

AKSIBORNEO – “Dalam usianya yang sudah menyapai lebih dari seperempat abad, TPQ ‘Darul Muttaqien’ kota Pontianak, sudah meluluskan ribuan santri. Hal ini dibuktikan lagi dengan kegiatan wisudanya, Ahad (28 Mei 2023) pagi.

KALI ini TPQ(Taman Pendidikan Qur’an) yang dulunya disebut TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) tersebut, menggelar kegiatan wisuda ke XXV TPQ-MDT (Madrasah Diniyah Takmiliah), di Masjid Darul Muttaqien – Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak.

Sebanyak 70 santri berseragam wisuda mengikuti giat wisuda yang diselenggarakan secara meriah, dimulai dengan parade jalan kaki sejauh lk 300 meter dari halaman Kantor Kecamatan Pontianak Barat menuju ke Masjid Darul Muttaqien di Jalan Tabrani Akhmad.

Tak hanya 70 santriwan/santriwati itu saja, malam hari sebelumnya, Sabtu (27 Mei 2023) juga diselenggarakan prosesi ke XXIV 30 santri khataman Qur’an serta pengenalan kali ke XVI 5 santri takhassus. Total 105 santri memeriahkan kegiatan wisuda tersebut.

Cuplikan Kata Sambutan

Ketua Masjid Darul Muttaqien, DR. H Fidaus Zarin, Mpd menyebut, bahwa TPQ-MDT Darul Muttaqien merupakan salah satu program unggulan masjid yang diketuainya saat ini, selain beberapa unit program lainnya. Kesemuanya bernaung di bawah Yayasan Darul Muttaqien yang saat ini diketuai oleh Drs. H Sirwan Fachrudin.

Firdaus berharap adanya perhatian besar dari para orang tua santri yang hadir. Walaupun anak-anak santri ini hanya beberapa jam bersama para guru mereka, namun hasilnya berhasil menjadikan mereka anak-anak yang sholeh, bukan anak-anak yang salah, dibandingkan dengan anak-anak yang cuma doyan di luar sana, tanpa kegiatan positip.

“Maka olehkarena itu perlu ditingkatkan lagi, ihwal pemahaman Al Qur’an”, imbuhnya dalam sambutan singkat, Sabtu (27 Mei 2023) malam.

“Jadi perlu dukungan bapak ibu sekalian”, imbuhnya

Ketua masjid yang sehari-harinya Wakil Ketua Dewan Kota Pontianak itu, juga mengungkapkan, para guru yang mengasuh anak-anak mereka, walaupun tidak digaji secara profesional sebagaimana ANS misalnya, tapi mereka tetap konsentarsi mendidik anak-anak kita.

Firdaus Zar’in juga mengatakan, bahwa kini TPQ Darul Muttaqien telah memiliki  gedung baru berlantai III yang baru-baru ini telah diserahterimakan oleh panitia pembangunannya ke pihak yayasan.

Ia dan pengurus yayasan bertekat untuk mewujudkan mimpi besar menjadikan kawasan Darul Muttaqin menjadi Islamic Centre Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak.

Artikel terkait :

Seperempat Abad Berkiprah, TPQ Darul Muttaqien Telah Hasilkan  Ribuan Alumni

Masjid “Darul Muttaqien” Kini Punya Gedung Baru TPQ yang Megah

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pontianak Barat, H Muchlis, S.Ag dalam sambutan singkatnya, mengapresiasi kinerja para pengelola atau para pendidik TPQ Darul Muttaqien yang tetap konsen.

Ia mengakui bukan hal mudah mengelola suatu Lembaga Pendidikan Al Qu’an, apalagi ada beberapa tingkatannya.

“Dulu, pernah juga saya mengelola TPA yang diprogramkan sebuah masjid, tapi cuma sampai enam kali wisuda, setelah itu TPA atau TPQ itu tak ada kabar beritanya lagi. Tak ada lagi santri yang mendaftar”, ungkapnya.

“Jadi malam ini saya merasa terharu”, imbuhnya.

Camat Pontianak Barat, Ibrahim Sip, Msi, mengatakan, bahwa pendidikan Al Qur’an merupakan pendidikan non formal yang diupayakan oleh para orang tua bagi anak-anak mereka.

“Akhir-akhir ini kita agak miris kalau membaca di banyak media sosial tentang pergaulan mereka, anak-anak kita, yang di luar kemauan kita sebagai orangtua. Tapi di sini kita menjadikan anak-anak yang kreatif, menjadikan insan berakhlak mulia, yang soleh dan saleha”, tuturnya.

Ibrahim menekankan,  anak-anak atau para santri tidak hanya sampai cuma khatam Qur’an, tapi hendaknya ditingkatkan lagi lebih mendalami sampai ke takhassus.

“Banyak pengeluaran untuk kursus-kursus exstra kurikuler dengan biaya sampai ratusan ribu rupiah, mengapa tidak juga pada LPQ yang biayanya tidak seberapa untuk menyiptakan anak-anak yang soleh dan saleha”, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala TPQ-MDT Darul Muttaqien, H Abdul Wahab HMY, menjawab pertanyaan AksiBorneo.com mengatakan, hingga saat ini LPQ (Lembaga Pendidikan Qur’an) yang dipimpinnya memiliki 19 pengajar atau pendidik, Masing-masing 10 guru wanita, dan 9 pria yang tetap konsen hingga saat ini.***  

Comments
Loading...