Banner Event

Habib Bahar Siap Tampung Santri Al Zaitun, Paguyuban Pengawal NKRI: Panji Gumilang Penjahat Berkedok Agama

AKSIBORNEO –  “Keresaan masyarakat terhadap ajaran yang diterapkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun terus menuai reaksi dari masyarakat luas.”

UPAYA pemerintah yang sudah turun tangan menangani persoalan itu, tidak menyurutkan niat warga menyuarakan keresahannya.

Habib Bahar Bin Smith mengaku mendapatkan informasi ada tiga hal yang bakal dilakukan pemerintah tentang ponpes Al-Zaytun. Salah satunya pihak Al Zaytun akan diberikan sanksi pidana.

Habib Bahar Binsmith ikut bergabung dalam demo yang dilakukan Front Persaudaraan Islam (FPI) untuk mendesak pemerintan mencaput izin Pondok Pesantren Al Zaytun.

“Kabar infonya begitu, dan yang kedua sanksi administrasi. Sanksi administrasi ini, mereka bayar denda gitu tapi enggak dibubarkan,” kata Bahar, Selasa (27/6-2023) malam.

Namun, kata Bahar, harapan umat dalam hal ini FPI menginginkan agar ponpes tersebut bubar. Bahar bahkan mengaku siap menerima santri ponpes Al-Zaytun di ponpes miliknya.

Hal ini dia akan tawarkan jika ponpes yang tengah menjadi sorotan publik itu benar ditutup pemerintah.

“Jikalau kalian khawatir atau takut membubarkan pondok, maka hak-hak konstitusional para santri tidak diberikan, jangan khawatir saya akan ajak semua pondok pesantren Ahlusunah Wal Jamaah Jawa Barat, untuk menerima semua santri-santri Al Zaytun,” ungkap Bahar.

“Pondok pesantren saya siap menampung santri Al-Zaytun, gratis enggak pakai bayar lagi,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia bahkan sesumbar akan turun tangan langsung untuk membubarkan Ponpes Al Zaytun jika pemerintah hanya diam tidak mengambil langkah tegas.

“Siap enggak?!” tanya Bahar terhadap massa demonstrasi.

“Siap,” jawab massa serempak.

Dalam pada itu Masyarakat yang mengatasnamakan Paguyuban Pengawal NKRI, melakukan aksi unjuk rasa di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (27/6-2023).

Mereka membawa sejumlah tuntutan, salah satunya meminta pemerintah untuk membubarkan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun pimpinan Panji Gumilang itu.

Selain itu, pemerintah juga harus memfasilitasi dan menyelamatkan ribuan santri yang menempuh pendidikan di Al-Zaytun.

“Tuntutan kami, yang pertama adalah memproses hukum (Panji Gumilang), kedua membubarkan dan menutup Al-Zaytun, dan terakhir mencari solusi atas para anak didik kami karena mereka adalah korban,” kata perwakilan Paguyuban Pengawal NKRI M Rizal Fadillah ditemui seusai orasinya.

Menurutnya, Panji Gumilang merupakan sosok penjahat yang berlindung di balik agama. Kejahatannya bahkan dianggap fatal dan meresahkan karena sudah mengacak-acak ketentuan syariat agama Islam.

“Panji Gumilang ini penjahat berkedok agama. Kedoknya soal lembaga pendidikan Islam, kedoknya peradaban Islam, kedoknya kerukunan beragama, itu kedoknya. Dia itu penjahat, jahat mengacak-acak syariat, mengacak-acak agama,” terangnya.

Sejumlah pernyataan yang disoroti mereka di antaranya, perempuan salat di saf terdepan, dibolehkannya perempuan khutbah saat pelaksanaan salat Jumat, barisan salat yang direnggangkan, dan lainnya.

“Kemudian, soal Alquran bukan kalamullah, sangat prinsip sekali itu menganggap Alquran itu ucapan rasul, ucapan Nabi Muhammad SAW. aksi/jpnn/fajar

Comments
Loading...