Banner Event

DBD: Walikota Pontianak Bagikan Abate, Ikan Cupang, dan Minyak Serei. Bali Tolak Proyek Nyamuk Wolbach

Ditengah pro kontra proyek penyebaran nyamuk wolbacha dengan dalih guna mengatasi demam berdarah dengue (DBD), Bali menolak proyek nyamuk rekayasa tersebut. Sementara itu Pemkot Pontianak melakukan langkah preventif dengan alternatif lain.

AKSIBORNEO – “Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya sepakat untuk menunda penyebaran nyamuk Wolbachia untuk atasi Demam Berdarah Dengue (DBD), di tengah masih adanya pro dan kontra dari masyarakat Bali.”

KALAU masih ada masyarakat yang tidak menerima, kata Pj Gubernur Bali Mahendra, berarti kita tunda dulu,

Menurut dia, metode penyebaran nyamuk Wolbachia untuk menekan DBD  masih perlu sosialisasi dari pemrakarsa sehingga semua masyarakat bisa menerima.

Baca Artikel terkait : Wow! Ngeri, 4.100 Ember Telur Nyamuk Wolbachia Bakal Disebar di Jakarta

Peran RT/RW dan Masyarakat Diperlukan

Sementara ituPemerintah Kota (Pemkot) Pontianak gencar melakukan langkah preventif melalui Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), untuk menyegah meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pontianak.

Gerakan PSN ini merupakan bagian intervensi lingkungan dalam upaya pengendalian DBD.Satu di antaranya dengan melakukan fogging dan pembagian abate, juga ikan cupang pemangsa jentik-jentik kepada warganya di beberapa titik di dalam kota.

Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono ikut melakukan fogging di lingkungan Jalan Purnama Agung 7 Kelurahan Parit Tokayam Kecamatan Pontianak Selatan, Sabtu (18 November 2023).

Dengan alat fogging, ia menyemprotkan asap yang berisi cairan pembasmi nyamuk di tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. 

Di Kawasan ini belakangan tercatat ada delapan kasus DBD, tujuh di antaranya sembuh dan satu orang meninggal dunia.

“Satu warga yang meninggal dunia usianya sekitar empat tahunan,” terangnya.

“Kegiatan gotong royong sudah dilakukan sebelumnya di wilayah ini. Hari ini kita lakukan fogging, pembagian abate dan menyebarkan leaflet yang berisi sosialisasi pencegahan DBD,” ungkapnya.

Edi menyebut langkah yang dilakukan ini sebagai upaya mengatasi dan menyegah meluasnya penyakit DBD di Kota Pontianak.

Sehari sebelumnya, sebagai upaya memberantas penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dan Kota Pontianak, beserta jajaran Kecamatan Pontianak Barat dan Kelurahan Sungai Beliung, mahasiswa dan pengurus RT membagikan abate dan ikan cupang kepada warga di Gang Alpokat Permai, Kelurahan Sungai Beliung Kecamatan Pontianak Barat, Jumat (17/11/2023) 

 “Sebenarnya kegiatan ini sudah berjalan tetapi kita gencarkan lagi dalam rangka memberantas berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan penyakit DBD, terutama jentik-jentik yang menjadi cikal bakal nyamuk tersebut,” ujarnya saat ditemui usai membagikan abate dan ikan cupang.

Selain di wilayah permukiman warga, lingkungan sekolah-sekolah juga menjadi target pemberantasan nyamuk Aedes Aegypti, SDN 56 Pontianak Barat di Jalan Kom Yos Sudarso salah satunya.

Di sekolah ini, Walikota Edi Kamtono menyerahkan bantuan minyak serai bagi siswa-siswi SDN 56. Para siswa diimbau menggosokkan minyak serai pada bagian tubuh yang mudah digigit nyamuk, seperti di lengan tangan, kaki, leher dan sekitarnya.

“Selain pembagian abate, ikan cupang sebagai pemangsa jentik-jentik dan minyak serai untuk mencegah gigitan nyamuk, juga dilakukan fogging di lingkungan masyarakat hingga sekolah-sekolah,” katanya.

Sasaran pemberantasan sarang nyamuk adalah tempat-tempat penampungan air dengan pemberian abate dan ikan cupang.

Dengan membagikan abate kepada masyarakat, ia berharap nyamuk pembawa DBD dapat dikurangi secara signifikan. Dirinya juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan demi mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

 “Langkah ini dilakukan dalam rangka untuk menanggulangi penyakit DBD di Kota Pontianak,” ungkap Edi.

Menurutnya, kasus DBD yang dominan terjadi adalah di wilayah Kelurahan Sungai Beliung dan Sungai Bangkong. Oleh sebab itu, pihaknya terus berupaya menyosialisasikan kepada masyarakat terkait langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyegah DBD. Mulai dari penyampaian secara lisan maupun melalui media termasuk lewat pamflet dan leaflet yang langsung disebarluaskan kepada masyarakat.

“Masyarakat juga diimbau untuk bergotong royong membersihkan lingkungan agar tidak terjadi sarang nyamuk,” pesannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko menerangkan, pada hari ini pihaknya melaksanakan pembagian dan penaburan abate serta ikan cupang. Selain itu juga diserahkan bantuan minyak serai bagi siswa-siswi SDN 56 Pontianak Barat. 

 “Sabtu dilanjutkan dengan fogging,” imbuhnya.

Saptiko menambahkan, DBD di Kota Pontianak saat ini tercatat 108 kasus. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membiarkan jentik-jentik berkembang biak di lingkungan sekitar rumah dengan rutin mengontrol setiap pekan wadah-wadah penampungan air yang ada di rumah. 

“Lihat di sekitar rumah apakah ada air-air yang tergenang dan bisa berpotensi menjadi sarang nyamuk. Pemberian abate juga harus dilakukan dan warga bisa mendapatkannya di puskesmas terdekat. Demikian pula kebersihan lingkungan juga harus diperhatikan karena sampah-sampah yang ada bisa menjadi sarang nyamuk,” jelasnya.

Peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk melakukan gerakan PSN melalui 3M, yakni Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat-tempat penampungan air dan Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

“Kita mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan DBD,” pungkasnya.*.

Comments
Loading...