Banner Event

Kotor! Massa Bayaran Ramaikan GBK, Suruh Massa AMIN Tinggalkan JIS Rp.100.000.-

DIKETAHUI, upaya menghalangi supaya kampanye pamungkas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) sepi di hari terakhir itu, dimulai dengan pembatalan sepihak transportasi ke JIS (Jakarta International Stadium), padahal sudah dibayar Rp.2milliyar.

Namun para pendukung pasangan capres-cawapres 01 malah tambah semangat, kendati naik kendaraan pribadi atau sekalipun harus long march. Malam harinya kawasan JIS pun sudah penuh sesak.

Tak cuma itu, di  balik kegiatan kampanye akbar tersebut, diungkap oleh Anies Baswedan kepada wartawan, sinyal mendadak payah atau hilang, sehingga sulit penyampaian yang maksimal.

Kampanye akbar pilpres 2024, Sabtu (10/2-2024), seperti diketahui diselenggarakan dalam dua sesi. Pagi hari untuk AMIN di JIS dan siang harinya bagi pasangan 02 di Gelora Bung Karno (GBK).

Suasana nampak seimbang, jutaan massa memadati JIS dan melimpah ruah sampai keluar di seputar area, sementara massa pendukung 02 Prabowo-Gibran juga meramaikan GBK.

Namun, lapor Wilmar Hady, wartawan AksiBorneo di Jakarta, ada cerita atau berita minor di balik kampanye hari terakhir tersebut. Ada upaya untuk membuat sepi kampanye pasangan AMIN di JIS, dengan imbalan Rp.100ribu – Rp.200.000, seperti diceritakan oleh seorang siswa kepada wartawan, disuruh tinggalkan JIS dengan imbalan Rp.100 ribu.

Sementara itu, dikutip dari Fajar.co.id  menyebut ada  temuan sejumlah postingan warganet di media sosial. Banyak yang mengupload gambar uang pecahan 100 ribuan dan 50 ribuan. Disertai narasi bahwa uang tersebut dari tim pasangan yang berkampanye di GBK.

“Clear ya, masa bayaran!,” tulis akun @BosPurwa sembari membagikan foto dan berita terkait pemberian uang bagi massa yang datang ke GBK.

“Bukti lain, pengakuan dari buzzernya! Yg lain mah nutupin, lah ini malah ngaku sendiri ,” tambah akun tersebut, sembari memposting foto pengakuan pegiat media sosial lainnya.

Hal tersebut juga dibenarkan pegiat media sosial lainnya, Yudi Setiawan, melalui akun @YudiSet16452924. Pria yang mengaku datang langsung ke JIS ini sempat ditawari untuk ikut kampanye di GBK dan akan dibayar Rp200 ribu.

“Ini murni pendukung tanpa bayaran, pasti pilih @aniesbaswedan kampanye di hari yang sama dengan Paslon no.2 kami sempat mendapat tawaran untuk hadir di GBK dengan bayaran 200.000 tapi kami tolak dan kami memilih untuk jalan kaki 3,5 km dari tempat kami tinggal,” tulisnya, Sabtu (10/2/2024).

Dilansir dari Tempo, masyarakat yang hadir di GBK tidak hanya dari kalangan dewasa, tetapi remaja hingga anak-anak.

Faisal (15 tahun) siswa kelas 10 sekolah menengah atas (SMA) datang ke kampanye akbar Prabowo-Gibran karena ajakan teman dengan iming-iming uang dan makan gratis.

“Enggak tahu, ikut aja lumayan dapat cepek (Rp 100 ribu) sama makan gratis,” katanya saat ditemui wartawan di area Stadion GBK pada Sabtu, 10 Februari 2024.

Faisal bersama empat teman lainnya, Redho (15 tahun), Acong (16 tahun), Didit (15 tahun), dan Adil (15 tahun) mengaku belum terdaftar sebagai pemilih pada pemilihan umum atau pemilu 2024. Namun, mereka rela berdesak-desakan datang ke GBK selain untuk mendapatkan uang juga ingin menonton konser musik Dewa 19.  

“Sekalian main kan libur juga, bisa nonton konser gratis,” kata Acong.*Aksi/Fajar  Laporan: Wilmar Hadi

5 Kejadian Tanda-tanda Alam akan Jatuhnya Rezim Cawe-cawe

Penzaliman Akbar Dibalik Kampanye Akbar, Sinyal Hilang. Ini Reaksi Anies

Cek Fakta, Perolehan Suara di Luar Negeri: Anda Sudah Menang Jenderal!

Comments
Loading...