AKSIBORNEO – “Pasca Pemilu 14 Februari 2024 yang kontraversial itu, di Kalimantan Barat ramai pula gonjang-ganjing terkait pemilu kepala daerah yang akan digelar pada November tahun ini.”
SEJUMLAH nama bermunculan diisukan bakal maju baik sebagai bupati, walikota maupun gubernur provins yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia Timur ini.
Diketahui, saat ini provinsi yang menaungi 14 kabupaten/kota ini dilakoni oleh seorang penjabat gubernur, dr H.Harison – mantan Sekda Kalbar, menggantikan sementara Gubernur H.Sutarmidji yang habis masa jabatannya 2018-2023 bersama wakilnya, H.Ria Norsan.
Dengan berakhirnya masa jabatan mantan gubernur Kalbar itu, bermunculanlah beberapa nama yang bakal berkompetisi dengan incombent mantan gubernur Kalbar – Sutarmidji, untuk masa 2024-2029.
Beberapa nama mencuat ke permukaan bakal maju untuk menjadi orang nomor satu di provinsi ini.
Ada nama Muda Mahendrawan, mantan Bupati Kubu Raya 2009-2014/2019-2023 yang paling awal tersiar kabar burungnya akan menyalonkan diri sebagai gubernur Kalbar.
Lalu ada nama Lasarus, anggota DPR-RI Dapil Kalbar II 2009-2014, 2014-2019, 2019-2023, dan kini Ketua DPD PDI-P Kalbar ini, lolos lagi untuk kali ke-empat 2024-2029.
Baru kemudian muncul nama Sutarmidji, mantan Gubernur Kalbar 2018-2023 maju sebagai incombent. Begitu pula Ria Norsan yang tadinya wakil Gubernur Sutarmidji, kali ini dikabarkan sudah pasang ancang-ancang terpisah dari Sutarmiji, bakal nyalon juga.
Di tengah risik bakal calon Gubernur Kalbar 2024-2029, muncul nama Maman Abdurachman, anggota DPR-RI dua priode dan Ketua DPD Golkar Kalimantan Barat, 2014-2019/2019-2024 dan kini terpilih lagi untuk kali ketiga 2024-2029. Dia juga menyatakan siap untuk bertarung memperebutkan kursi Gubernur Kalimantan Barat.
Setakat ini diketahui, baru Partai Demokrat yang membuka diri sejak 21 Maret 2024 untuk pendaftaran bacalon Gubernur Kalbar, termasuk new comer Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis dan Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat.
Pendaftaran telah ditutup 27 Maret 2023, tinggal menunggu pengembalian formulir pendaftaran yang sudah diisi dari ke 4 nama tersebut, minus Lasarus – Ketua DPD PDI-P Kalbar dan Maman Abdurakhman – Ketua DPD Partai Golkar.
Pengembalian formulir penjaringan bakal calon Gubernur Kalbar itu akan dimulai tgl.1 April s/d 7 April 2023. Siapa yang bakal tersaring dari jaring Partai Demokrat tersebut, kita tunggu saja hasilnya.
Seperti disebutkan di atas ke-4 nama diantara yang 6 nama itu adalah :
1.Incombent atau pertahana exs Gubernur Kalbar, Sutarmidji
2,Incombent atau pertahana exs Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan
3.Mantan Bupati Kubu Raya 2010-2015 dan 2019-2024, Muda Mahendrawan
4.Si bungsu alias new comer di kancah politik, Herzaky Mahendra Putra. Diketahui, juru bicara partai berlambang mercy ini kelahiran Kampung Bangka Kota Pontianak. adalah putra salah satu wartawan senior Kalbar dan mantan dekan Fisip Untan. Hery Hanwari A.Is (alm).
Beberapa waktu sebelumnya, incombent Sutarmidji pernah menyatakan siap akan menyalonkan diri lagi untuk naik kursi KB 1, dan tetap bersama wakilnya terdahulu Ria Norsan.
Namun, melihat gelagat Ria Norsan yang tampil terpisah mendaftar penjaringan via Partai Demokrat sebagai bacalon gubernur, agaknya telah terjadi pecah kongsi antara dirinya dengan sang incombent Sutarmidji. Sebelumnya tersiar rumor, bahwa antara gubernur Sutarmidji dan Wakilnya Ria Norsan, kurang harmonis sejak awal.
Keempat nama yang sudah masuk jaring Partai Demokrat itu plus dua nama lain di parpol masing-masing, tentunya masih bisa berkembang dan atau menciut dengan sendirinya dalam perkembangan berikutnya.**
