Kawal Pilkada
AKSIBORNEO – “Diketahui dari 6 nama yang mencuat sebagai bacagub Guberbur Kalimantan Barat (Kalbar), kini telah mengerucut tinggal 3 nama.”
PENGERUCUTAN tersebut diawali dengan mundurnya Ketua DPD Golkar Kalbar Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI, Maman Abdurrahman, dilatarbelakangi tak tega menghianati konstituannya di Dapil I Kalbar untuk dia sekali lagi meluncur ke DPR-RI dengan dukungan 203.514 suara.
Untuk itu Golkar punya 4 nama pengganti Maman, yakni Ria Norsan – Ketua Pembina Partai Golkar DPD Kalbar, Prabasa Anatatur – Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar, Martin Rantan, dan Adrianus Asia Sidot.
Lalu dengan rujuknya mantan wakil gubernur Kalbar 2018-2023, Ria Norsan ke Sutarmidji, menambah keuntungan bagi incumbent gubernur Kalbar ini.
Terkait pula cabutnya Muda Mahendrawan (exs Bupati Kubu Raya) dari jalur perseorangan dan bacawagub Gubernur Kalbar, Suryanto Tanjung, Ketua DPD Partai Hanura Kalbar.
Pada saat pengembalian berkas pendaftaran ke Kantor DPD PDI Perjuangan Kalbar, Jalan Arteri Supadio Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (26/4/2024), Muda menyebut kalau dirinya punya hubungan historis dengan PDI-Perjuangan, oleh karena itu dia optimis PDIP bakal jadi partai pendukungnya.
Namun belakangan diketahui Ketua Umum DPP Partai Hanura – Oesman Sapta Odang (OSO), tidak merekomendasikan Suryanto Tanjung untuk menjadi bacawagub Gubernur Kalbar.
Dengan surat bernomor RK/071/DPP-Hanura/V/2024 dan berlaku hingga 22 Juni 2024, Hanura merekomendasikan Suib, exs anggota DPRD Kalbar 2018-2023 yang terpilih lagi untuk 2024-2029. Sebelumnya diketahui, H.Suib yang saat ini berusia 39 tahun, pernah duduk di kepengurusan DPW PPP Kalbar.
Walaupun para elite politik memandang apa pun bisa terjadi yang menyebut angin selalu berubah-ubah arah, namun incumbent Gubernur Kalbar 2018-2023 – Sutarmidji, mantan dosen FH UNTAN ini meyakini pada saatnya nanti tinggal 3 cagub-cawagub yang bakal bertarung.
Baca Artikel terkait: Bakal Calon Gubernur Kalbar dan Calon Wakil Tinggal 3 Pasang?
Bahkan menurutnya, diprediksi bisa terjadi head to head antara dia vs Lasarus Ketua PDI-Perjuangan DPD Kalbar. Sutarmidji tak menyebut nama bacagub lain atau kemungkinan nama bacagub baru. Kemungkinan itu masih bisa terjadi, sebab masih banyak waktu, pendaftaran pasangan calon baru dimulai pada 27 Agustus 2024.
Sutarmidji tidak menjawab ketika ditanya, setelah tidak lagi di PPP, partai mana yang mengusungnya. Incumbent Gubernur Kalbar ini hanya menyebut nama tiga partai pendukung.
“Saya sudah mendaftar ke Partai Demokrat, Partai NasDem, dan PKS. Nanti bisa juga ke Hanura”, katanya dalam wawancara eklusive singkat dengan AksiBorneo, Rabu (22/5-2024).
Ditanya apa yang membuat diriyan PD (percaya diri) bakal menang bersama Ria Norsan di perhelatan Pilgub Kalbar pada 27 November mendatang, Sutarmidji menyebut berdasarkan hasil survai.
Sutarmidji memperlihatkan chatingan di layar HP-nya dan mengaku berdasarkan hasil survai sementara yang diperlihatkannya.
“Kalau Ria Norsan maju sebagai calon, hasilnya sedikit menunjukan 2 – 4% saja, sedangkan saya sudah 35,8%. Tapi sebagai wakil, dia (Ria Norsan) bagus, 30,8%”, kata Sutarmidji.
Sementara hasil survai masih terus berjalan dari beberapa pihak.
Sutarmidji berharap agar Golkar masih seperti yang dulu (2018-2023) mendukungnya bersama Ria Norsan. Waktu itu Sutarmidji diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang telah membesarkannya selama ¼ abad.
Sutarmidji mengaku, hasil survai tersebut merupakan hasil survai yang dilakukan Tjai Cui Mie, anggota DPRD terpilih Prov.Kalbar 2024-2929, mantan Walikota Singkawang 2018-2023.***
