Banner Event

Takziah Sutarmidji sebut Ustadz Zubeir orang Baik, Ramah dan Sederhana

AKSIBORNEO – “Takziah adalah salah satu bentuk kepedulian dan empati kepada orang yang tertimpa musibah, khususnya musibah kematian.”

TAKZIAH juga merupakan bentuk implementasi dari perintah Allah SWT untuk saling menolong dan menghibur sesama.

Secara bahasa, takziah berarti “memberi kabar duka”. Sedangkan secara istilah, takziah adalah mengunjungi keluarga yang tertimpa musibah untuk meringankan beban mereka dan mendoakan almarhum/almarhumah.

Demikianlah juga halnya yang terjadi pada hari ini, Selasa (21/5-2024), telah berpulang ke Rakhmatullah Ustadz Drs.H. Syarif Zubeir bin Syarif Kasim Alaydrus. Ustadz senior Kalimantan Barat ini, mengembuskan nafas terakhir sekitar jam 03.50 WIB setelah lk satu minggu menderita sakit nyaris tak sadarkan diri.

Allahyarham sepekan terbaring, dirawat dengan bantuan infus juga, tak mau dirujuk ke Rumah Sakit, tapi dirawat di rumah saja di Jalan Imam Bonjol Gang Kuantan Laut atau Gang Bansir laut.

Ustadz Zubeir, seorang PNS yang pernah menjadi Kepala SD Muhammadiyah I Kota Pontianak beberapa tahun silam, dewan hakim pada setiap kegiatan MTQ, pernah juga menjadi pengurus Organisasi Lintas Agama di Pontianak, Dewan Pengawas dan Pembimbing para Da’I, pernah menjadi anggota DPRD Kota Pontianak di awal reformasi, dan sampai tutup usia tercatat sebagai Ketua Zikir Hadrah Al’Hijrah Pontianak.

Diantara ratusan muslimin dan muslimat yang melayat, tampak juga Gubernur Kalbar 2018-2023, H.Sutarmidji yang sudah datang sejak pagi-pagi sekali ke rumah duka. Terpantau juga Bupati Kapuas Hulu 2010/205-2005, H. Abang Muhammad Nasir.

Usai prosesi fardu kifayah yang diikuti juga oleh Sutarmiji, Bacagub Kalbar 2024-2029 ini, diminta pihak keluarga untuk menyampaikan kata sambutan perpisahan.

Ustadz Zubeir Alaydrus

Singkat, Sutarmidji menyebut almarhum Ustadz Zubeir adalah orang baik dan rendah hati.

“Saya kenal lama dengan beliau, bahkan pernah kami sama-sama menjadi anggota DPRD Kota Pontianak di awal-awal reformasi. Beliau orang baik dan ramah. Banyak organisasi yang dijalaninya demi kemaslahatan umat. Beliau ramah dan sederhana, semoga Allah SWT menempat almarhum di sisi yang terbaikNYA, diampuni dosa-dosanya”, kata Miji di pintu rumah duka sebelum jenazah diusung ke Masjid Baitul Makmur – tak jauh dari rumah duka, untuk disalatkan lagi

Sutarmidji menambahkan, semasa menjadi Walikota Pontianak dua priode (2008-2018), Almarhum Ustadz Zubeir Alaydrus sangat memperhatikan dan mendukung gagasan Pemkot Pontianak program 5.000 hafis atau penghafal Qura’an dan berhasil.***

Comments
Loading...