Banner Event

Ibu Muda yang Bengis, Anak Tiri 7 Tahun Dianiaya dan Mati Kelaparan

BERAWAL dari pemberitahuan tentang anak hilang yang disampaikansecara beranting melalui percakapan WAGroups sebagai berikut ;

Dear teman2 sosmed, mohon bantuannya jika ada saudara yang berada di pontianak bisa bantu share info kehilangan anak. Info Anak Hilang. Nama: Ahmad Nizam Alfahri Usia 6 tahun. Terakhir menggunakan baju kaos warna garis-garis biru. Domisili: Jalan Purnama Agung 7 No.G3-Kota Pontianak. Bila melihat/menemukan mohon menghubungi Ichan 085267250148 Fitri 082211109188. Bisa juga DM langsung ke IG saya @donaaa123 @tiwi_sg21 @rulliyananirwan.

Bantu share yaa sodara sodara.

Foto Ahmad Azam berseragam anak SD pun terpampang, diperkirakan usia 7 tahun.

Pemberitahuan tersebut diteruskan berkali-kali yang juga sampai ke meja redaksi pada tanggal 20/8-2024.

Rabu, (21/8-24), ayah Azam melapor ke polisi hal anaknya yang tak kelihatan sejak dua hari sebelumnya. Sementara si ibu tiri mengarang cerita, kalau si anak dijemput orang tak dikenal, selingkuhan, untuk dibawa berlibur bersama ibu kandungnya di Jakarta.

Diketahui, si anak hilang adalah anak bawaan dari suaminya yang hidup bersama ibu tirinya, Iftahurrahmah perempuan asal Palembang (Sumsel) kelahiran 24 tahun silam.

Dua hari kemudian, Kamis (22/8-2024) seseorang yang mengaku tante si anak hilang menyampaikan di akun percakapan yang sama, bahwa keponakannya yang diduga hilang, sudah diketemukan di lokasi dekat rumah, tapi telah meninggal dunia di dalam karung. Disebutkan dibunuh oleh Ibu Tirinya.

Hari itu memang, korban ditemukan ayahnya yang mencari-cari bersama tetangga dan polisi di sekitar rumah, ternyata si bocah ditemukan sudah menjadi mayat di dalam karung di belakang rumah.

Polresta Pontianak dan tim Resmob Polda, meneruskan laporan awal dengan tindakan olah TKP. Dugaan awal mengarah kepada Iftahurrahmah, ibu tiri korban adalah pelaku.

Si ibu tiri berhijab tapi bengis itu tak bisa mengelak, ditambah keterangan saksi-saksi, antara lain dari guru TK dimana korban pernah bersekolah di situ. Bu Guru TK sering melihat tubuh korban biru-biru (lebam) seperti bekas penganiayaan dan selalu murung, sementara ayahnya bekerja di Sintang, Kabupaten Sintang.

Kecurigaan penyidik makin kuat mengarah kepada Iftahurrahmah, ibu tiri korban. Maka diketahuilah, bahwa pada hari Senin (19/8-24) korban sempat dikurung di sebuah ruangan di belakang rumah tanpa diberi makan atau sengaja dilaparkan.

Esok harinya, Selasa (20/8-24) korban dimandikan ibu tirinya itu, kendati dalam keadaan lemah menggigil karena malam sebelumnya hujan lebat. Namun setelah itu, si ibu tiri mendorong korban hingga terjatuh dan kepalanya membentur lantai. Iftahurrahmah jengkel karena anak tirinya yang kelaparan itu langkahnya gontai. Iftahurrahmah sendiri saat ini diketahui punya orok yang diperkirakan baru berumur 2 bulan.

Seolah tak berdosa, Iftahurrahmah dan suaminya melapor kehilangan anak ke polisi, Rabu (21/8-24). Padahal isterinya sudah mengemas korban yang sudah tak bernyawa, dimasukannya ke dalam karung dan ditutupi pelastik sampai akhirnya mayat korban diketemukan esok harinya di belakang rumah.

Saat ini pihak Polresta Pontianak bekerjasama dengan tim Resmob Polda Kalbar masih melakukan pendalaman dan menyebut terkait pasal 338 KUHPidana, seperti olah TKP, visum et repertum dan autopsi, mengumpulkan bukti-bukti, serta keterangan saksi-saksi untuk penguatan menjadikan Iftahurrahmah sebagai tersangka.

Kediaman korban pun sudah diberi police line atau garis polisi yang berwarna kuning itu.*

Comments
Loading...