Banner Event

Ayah Korban Penganiayaan Muhammad Luthfi Tolak Damai   

DIKETAHUI, Muhammad Lutfhi merupakan dokter coas (co assisten) yang bertugas di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra, Palembang.

Terkait penentuan jadwal piket bagi kalangan dokter coas dari FK UNSRI (Universitas Negeri Sriwijaya) Palembang jelang  natal dan tahun baru (nataru), dokter coas Lady Aurellia Pramesti, tak terima.

Ibu sang yunior dokter muda Lady Aurellia, ikut tak terima atas jadwal piket yang diceritakan puterinya. ‘Tidak Adil’, itulah kata kunci yang dijadikan alasan sang ibu, Sri Melina dan puterinya.

Negoisasi dengan Luthfi atas inisiasi Sri Melina dan puterinya itu di sebuah kafe, tapi Lutfi tetap dengan apa yang telah ditetapkan para coas.

Celakanya, Sri Melina membawa juga supirnya hadir di pertemuan, tidak menyuruh tunggu saja di mobil.

Di situlah terjadi aksi cow boy sang supir, Fadilla alias Datuk (37), memukuli dr.Luthfi (22) bertubi-tubi.  

Luthfi yang tak dapat melakukan perlawanan dan si Datuk yang tak menghiraukan upaya peleraian oleh orang-orang disekitarnya, terus memukuli dokter muda ini bertubi-tubi.

Luthfi mengalami luka-luka dan memar-memar di sekujur wajah pada pelipis dan wajah, serta pukulan di dada, sehingga mesti dirawat di RS Bhayangkara M.Hasan, Palembang.

Sementara itu si Datuk yang dilaporkan, tak berkutik ketika ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Selatan.

Berikutnya ada permintaan maaf dan upaya minta berdamai dari Sri Melina, ibu dr muda Lady Aurellia dan pengacaranya, tapi ditolak mentah-mentah oleh Wahyu Hidayat, ayah korban.

“Biarkan kami fokus pada penyembuhan Luthfi”, kata ayah korban.

Wahyu menyesalkan penganiayaan yang menimpa anaknya. Padahal pendidikan seorang dokter bukanlah perkara mudah. Calon dokter muda harus ditempa untuk siap dengan kondisi apapun dalam bertugas.

“Kami merasa kecewa dengan peristiwa ini dan keadilan harus ditegakkan,” ujar Wahyu.

Biarkan saja proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Kami serahkan seluruhnya ke Polisi,” kata Wahyu Hidayat di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (13.12-2024).*

Imbas Pemukulan dokter koas UNSRI, Harta Kekayaan Ayah Pemicu: Pejabat di Kalbar “Diintip” Netizen

Comments
Loading...