Banner Event

Daya Tarik Anies Baswedan Luar Biasa di UGM dan ITB, Apakah Sama di Kampus Lain dan Pedesaan?

CERAMAH Tarawih Anies Baswedan di dua kampus besar, UGM Yogyakarta dan ITB Bandung, dihadiri ribuan jemaah. Mereka rela berdesak-desakan untuk mendengarkan materi yang disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Selain di UGM dan ITB, apakah respons publik juga tetap antusias jika Anies datang ke kampus-kampus kecil?

Guru Besar UNY, Prof. Dr. Dimyati, M.Si., meyakini bahwa respons positif akan tetap sama seperti di UGM dan ITB. “Saya kira hampir sama. Artinya, ketika Pak Anies berkunjung ke perguruan tinggi yang tidak sebesar UGM dan ITB, saya kira responsnya tetap antusias,” jelasnya kepada KBA News, Selasa, 11 Maret 2025.

Menurutnya, melihat aksi-aksi mahasiswa belakangan ini, mereka ingin Indonesia yang lebih baik, demokrasi yang dijalankan dengan benar, serta pemberantasan penyimpangan dan korupsi. Keprihatinan ini dirasakan oleh mahasiswa di seluruh perguruan tinggi. “Karena mahasiswa di seluruh Indonesia memiliki perasaan yang sama. Hanya saja, kampus kecil menyuarakan tuntutan yang kurang terekspos dibanding kampus besar,” ungkapnya.

Prof. Dimyati menambahkan bahwa pada prinsipnya, keinginan mahasiswa tetap sama: Indonesia yang lebih baik. Mereka juga memiliki literasi politik yang cukup baik. “Apalagi melihat kondisi demokrasi saat ini, mereka paham situasi yang terjadi,” ujarnya.

Namun, di sisi lain, antusiasme masyarakat pedesaan mungkin tidak setinggi di lingkungan kampus. Ia mengakui bahwa kondisi di pedesaan berbeda dengan di perguruan tinggi. “Ini tantangan dalam mewujudkan demokrasi yang baik. Masyarakat pedesaan masih memiliki keterbatasan literasi politik, ditambah beban ekonomi yang berat,” katanya.

Dengan kata lain, kesadaran politik di luar kampus memang tidak bisa diharapkan secara ideal. “Tapi ini tantangan. Di luar kampus, masyarakat harus memiliki kepedulian terhadap bangsa ini. Tanpa itu, akan sulit berkembang, baik dalam melahirkan demokrasi maupun pemimpin yang baik di masa depan,” lanjutnya.

Ia menekankan bahwa ketidakpedulian terhadap politik membawa dampak negatif, baik bagi individu maupun masyarakat secara luas. Jika masyarakat bersikap acuh, kebijakan publik yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat akan terus berlanjut.

“Ketika masyarakat tidak peduli terhadap politik, sebenarnya mereka merugi. Akhirnya, kebijakan publik yang dihasilkan tidak sesuai dengan keinginan rakyat, karena mayoritas rakyat tidak peduli politik. Akibatnya, tindakan korupsi tidak terkontrol, seperti yang banyak terjadi belakangan ini,” tegasnya.*kba

Comments
Loading...