AKSIBORNEO – “Pengamat Politik dari Citra Institute Efriza menilai sosok Anies Baswedan memberikan efek positif terhadap kehidupan masyarakat.”
HAL ini, ungkapnya, seiring dengan keringnya narasi pemikiran dan kebijakan yang pro rakyat oleh pemerintah.
Bergabungnya hampir seluruh partai politik (parpol) ke dalam Kabinet Merah Putih membuat publik khawatir dengan minimnya pengawasan dari kelompok oposisi.
Terkait hal tersebut, Efriza melihat sosok Anies bisa menjadi jawaban dari keresahan publik. Masyarakat tetap bisa mendapat pemikiran kritis terhadap kebijakan pemerintah lewat Anies.
“Kehadiran Anies menjadi atmosfir positif bagi masyarakat, adanya seorang mantan capres yang ternyata masih peduli dengan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sejalan dengan keinginan masyarakat,” ucap Efriza kepada KBA News, Kamis, 10 April 2025.
Menurutnya, kehadiran Anies di tengah masyarakat sangat penting sebagai penenang di saat kisruh kebijakan politik oleh pemerintah. Suara hasil dari pemikiran Anies dianggap mampu menjadi pedoman publik.
Masyarakat bisa secara langsung menjadi pengawal jalannya roda pemerintah meski kelompok oposisi sedikit.
“Antusiasme dan situasi politik yang dirasakan banyak masyarakat tidak pro terhadap kesejahteraan masyarakat maupun demokrasi maka kehadiran Anies menjadi penting, suara dan pemikiran Anies menjadi bernilai,” ujarnya.
“Anies tentu saja akan disambut gembira oleh masyarakat jika ia terus konsisten berbicara, demokrasi, kebijakan pro rakyat, persatuan dan kesatuan, bukan lagi membicarakan segmen Islam semata,” tutur Efriza.
Lanjut Efriza, saat ini Anies berusaha mem-branding kembali statusnya sebagai seorang politisi. Hal ini terlihat dari safari kampus yang dilakukannya beberapa bulan terakhir.
Ia menilai, citra Anies saat Pilpres 2024 kemarin sangat kental dengan golongan kanan. Citra ini bisa sedikit berubah dengan safari kampus yang dilakukan Anies.
Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut bisa memperkuat branding dirinya sebagai politisi yang seimbang antara agama dan nasionalis. Dengan begitu, Efriza menyebut Anies bisa menarik simpatik dari masayarakat sebagai modal untuk Pemilu 2029 mendatang.
“Jadi tantangan Anies sekarang bagaimana ia mem-branding dirinya, untuk tidak lagi menjadi milik sempit segolongan Islam kanan saja. Anies harus mengambil kesempatan, dan peran menjadi sosok yang peduli terhadap seluruh masyarakat, yang bisa diterima dan disukai seluruh segmen masyarakat,” paparnya.*kba
