AKSIBORNEO – “Jika Perang Iran-Israel menjadi “out of control”, dunia benar-benar di ambang malapetaka,” kata SBY, dalam pesan resminya di X, dikutip Jumat, 20 Juni 2025.”
MANTAN Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyebut situasi di Timur Tengah saat ini semakin berbahaya, menyusul konflik antara Iran dengan Israel yang pecah sejak Jumat, 13 Juni 2025.”
Menurut SBY, masa depan dunia, dari sisi perdamaian dan keamanan, ke depan ini akan ditentukan oleh lima orang kuat alias strong man.
Yang pertama dan kedua adalah Benjamin Netanyahu dan Ali Khamenei. Sedangkan yang ketiga, keempat dan kelima, yang disebutnya sebagai sosok lebih kuat, adalah Donald Trump, Vladimir Putin dan Xi Jinping.
“Semoga kelima pemimpin tersebut oleh Tuhan diberikan kearifan jiwa dan kejernihan pikiran dalam mengambil keputusan dan tindakan.,” ucap SBY.
“Jangan ada salah keputusan dan “miscalculation” (salah hitung). Kalau gegabah dan salah, akan menimbulkan kematian dan kehancuran yang dahsyat di banyak bangsa dan negara,” lanjut dia.
Sejarah mencatat, kata SBY, banyak peperangan yang berangkat dari ego dan ambisi para pemegang kekuasaan (power holders). Dari abad ke abad, selalu ada warlike leaders atau pemimpin yang sangat gemar berperang. Padahal, sejatinya manusia sedunia lebih mencintai kedamaian dan perdamaian.
Untuk itu, SBY berpesan agar perang besar, apalagi Perang Dunia ketiga masih bisa dicegah. “Harus bisa dicegah. Waktu dan jalan masih ada,” ungkapnya, diakhiri kode *SBY* yang mencirikan bahwa pesan tersebut ditulis langsung dirinya.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memberikan tenggat waktu 2 pekan kepada Iran untuk negosiasi dan menghentikan program pengembangan nuklirnya. Jika tidak, militer AS disebutnya akan bergabung dengan Israel untuk melakukan serangan.
Merespon hal tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengultimatum Amerika Serikat untuk tidak ambil bagian dalam konflik Iran-Israel atau eskalasi perang akan meluas di Timur Tengah.*HanTer
