Banner Event

Kisah Pilu Sudrajat Penjual Es Dihajar Aparat, Ditonjok dan Ditendang Pakai Sepatu Boot

HARI itu Sabtu (24/1-2024), Sudrajat (50) berjualan Es Gabus dengan gerobaknya  di tempat biasa dia mangkal berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Saat dia sedang melayani pembeli, datang dua oknum aparat TNI dan Polisi Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Mereka membeli empat, tapi tidak untuk dimakan. Es tersebut diremas-remas dan dilemparkan ke muka Sudrajat.

“Dia beli empat. Terus esnya dibejek-bejek (diremas-emas), dilempar ke saya,” kata Sudrajat saat ditemui wartawan di rumahnya di Bojonggede, Bogor, Selasa (27/1-2026).

Sudrajat heran, sudah 30 tahun dia berjualan es kue atau es gabus, tidak ada masalah. Tau-tau difitnah esnya campuran bahan berbahaya.

“Saya digampar, ditonjok, ditendang pakai sepatu boot”, ujar Sudrajat. Bahkan Sudrajat disuruh minum air comberan.

Orang ramai pun berkumpul, Sudrajat terpental, dituduh berjualan es gabus berbahan campuran spoon yang biasa dipakai mencuci piring.

Peristiwa berutal penganiayaan itu pun viral di media sosial dengan beragam tanggapan.

Namun, telah dilakukan uji laboratorium Polri, ternyata Es Gabus jualan Sudrajat aman, murni es tanpa campuran spoon seperti yang dituduhkan kedua aparat pelaku penganiayaan.

Kedua pelaku mengaku berdasarkan laporan masyarakat, menyesal tidak menunggu hasil uji lab terlebih dahulu.

Polda Metro Jaya dan Kodim Jakarta Pusat dalam pernyataan resmi Rabu (28 Januari 2026) menyampaikan permohonan maaf, dan menyebut kejadian  karena kesalahfahaman di lapangan dan telah diselesaikan secara kekeluargaan. Polda Mero Jaya sendiri masih melakukan pendalaman pemeriksaan oleh Propam terhadap oknum anggotanya yang bersangkutan.

“Tak cukup hanya dengan minta maaf”, suara lantang dari gedung DPR-RI.

Sementara itu, saat ini Sudrajat trauma berat tak berani lagi berjualan untuk menafkahi isteri dan lima anak-anaknya.*

Comments
Loading...