
By, Effendy Asmara Zola
Dalam pewayangan Jawa, terutama pada kisah Mahabarata, fitnah adalah salah satu metode utama yang digunakan oleh karakter antagonis untuk mencapai kekuasaan dan menghancurkan lawan.
Fitnah sering digambarkan sebagai bentuk kelicikan yang mengadu domba atau menghasut, memutarbalikan fakta, berbohong atau berdusta yang bertujuan kekuasaan.
Tokoh yang paling identik dengan fitnah dan kelicikan adalah Sengkuni, Patih Astina dari pihak Kurawa. Sengkuni adalah representasi toxic sosial yang suka menghasut, menyebarkan hoaks, piara buzer dan memutarbalikan fakta demi kepentingan politik Kurawa. Berwatak licik, kejam, dan bermulut lebar menggambarkan simbol lidah yang tajam dan berbisa. Haus kekuasaan yang tidak segan menghancurkan orang lain dengan fitnah.
Kekejian dalam pewayangan mengajarkan, bahwa adu domba dan fitnah adalah cara licik yang akan merusak persaudaraan negara.
Fitnah dalam wayang bukan hanya cerita, tetapi gambaran prilaku manusia yang suka mengadu domba – yang seringkali dilancarkan oleh tokoh-tokoh yang haus kekuasaan. Sementara tokoh yang difitnah seperti Gandamana, seringkali menunjukan kejujuran, keberanian, dan kesetiaan yang tinggi, meskipun difitnah dan dikriminalisasi.
Kekinian, perwatakan Gandamana tampak pada diri tokoh nasional Anies Rasyid Baswedan, mantan Mendikbud yang tergusur karena jujur, mantan gubernur DKI yang sukses merubah wajah ibukota negara menjadi mendunia.
Dia mantan Mendikbud yang sukses dengan programnya ‘Indonesia Mengajar’ di bawah yayasannya Gerakan Indonesia Mengajar, yaitu program pengiriman lulusan perguruan tinggi untuk mengajar SD di daerah terpencil tanah air. Programnya guna menjadikan anak-anak Indonesia menjadi pemimpin masa depan kompetensi kelas dunia masa depan.
Bayangkan sejak tahun 2010, sebanyak 204.607 pemuda Indonesia telah melamar untuk mengabdi pada bangsa, dan 1.232 telah terpilih sebagai pengajar muda (guru muda) untuk melayani 349 desa di 251 Kecamatan, 38 Kabupaten pada 27 provinsi di seluruh Indonesia.
Sengkuni tak suka hal seperti ini, karena berpotensi berbahaya bagi syahwat kekuasaan. Anies terlempar dari kursi Mendikbud yang dijalani hanya separuh waktu pada periode 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016.
Anies bukan elite politik, dia tak punya partai, tapi ditakuti, mengapa? Karena dia Gandamana yang tak bisa diajak kompromi dan atau cawe-cawe. Ringkasnya Anies tak boleh jadi siapa-siapa.
Namun, pada pemilihan gubernur DKI, di putaran kedua Anies Baswedan dan pasangan – Sandiaga Uno, mengalahkan pertahana Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat untuk priode 217-2022 yang tidak dihadiri pasangan rivalnya saat pelantikan.
Paruh kedua berikutnya, Anies Baswedan didampingi wakil – Ahmad Riza Patria menggantikan Sandiaga Uno dengan alasan akan maju Pilpres 2019.
Anies memenuhi janji kampanye. Mengawali jabatan, dia membersihkan alam DKI Jakarta dari terpaan angin maksiat. Dimulai dari hotel sekaligus tempat hiburan malam Alexis di kawasan Ancol, Jakarta Utara – yang dikenal sebagai surga dunia dilantai 7, dicabut izin usahanya. Menyusul sejumlah tempat hiburan plus-plus lainnya.
Banyak perubahan pada penataan wajah DKI Jakarta sebagai ibukota negara. Sengkuni dag-dig-dug. Gubernur DKI – Anies Baswedan disebut telah melakoni korupsi. Padahal Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) sudah menyatakan Gubernur Anies Rasyid Baswedan clien alias bersih.
Sengkuni risau bukan kepalang, tangan lembaga anti rasuah alias Komisi Pemberantas Korupsi (KPK-RI), digunakan untuk mengganjal mantan Rektor Universitas Paramadina yang berijazah asli itu. Tujuannya cuma satu, supaya gagal menjadi orang nomor satu.
Isu Formua-e coba dikuliti. Namun sang gubernur malah bikin masgul Sengkuni, karena mengaku senang dan bersyukur setelah diperiksa KPK selama hampir 11 jam, Rabu (7/9-2022).
Tak ada temuan di Formula-e, isu JIS digelontorkan. Diutak atik, dikorek-korek, juga tak ditemukan adanya koreng. Sebaliknya FIFA menyatakan tak ada yang salah dengan JIS (Jakarta Internasional Stadium). Diketahui, JIS adalah salah satu warisan Anies yang cukup kontroversial saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Tersebar kabar, terjadi insiden di rumah mantan Gubernur Banten Wahidin Halim di Tangerang, pada Rabu (25 Januari 2023), dilempari karung terbuka berisi 20 ekor ular kobra oleh orang tak dikenal.
Saat itu Wahidin Halim menggelar pertemuan akbar bersama dengan Anies Baswedan sahabatnya, dalam acara yang bertajuk “Anies Mendengar Warga Tangerang”. Bersyukur dengan kebesaran Allah SWT, ular tak bergerak keluar dari mulut karung plastik yang menganga. Tujuan semula untuk menghabisi Anies Baswedan.
Anies terus dibulli supaya tak leluasa mendapat panggung. Anies Yaman, Anies Arab, radikal, provokator and so on and so on terus dimainkan di media sosial oleh para Termul. Namun Anies dan para pendukung tak bergeming atas bullying ini. Malah eskalasi para pendukung semakin tinggi. Sehingga, mencuatlah lapisan masyakarat pendukung dan para relawan Anies For Presiden-24 dengan beragam simpul perkumpulan.
Sekilas, menyinggung Yaman, lha kakek (jid) Anies, Abdurrachman Baswedan adalah pejuang yang mati-matian untuk Indonesia lewat penanya sebagai kuli tinta. Bahkan rumah di Jl.Proklamasi 56 Jakarta dihibahkan dan digunakan untuk kali pertama upacara pembacaan teks proklamasi kemerdekaan RI. Lalu, siapa pula Menlu (menteri luar negeri) Indonesia pada masa Pak Harto – BJ Habibi 1988 – 1999 yang pernah masuk nominasi calon Sekjen PBB? Dia Ali Al-Attas. Yaman kah? Radikal? Provokator?
Dalam drama politik Capres 2024, Anies belum berhasil mewujudkan harapan jutaan rakyat pendukung. “Jika saya menjadi Presiden maka Allah mengizinkan saya. Jika tidak, berarti Allah menyelamatkan saya,” begitu ujaran diplomasi Anies.
Anies benar, Allah telah menyelamatkan dirinya dari keterpurukan Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja di berbagai sektor. Namun Anies tak luput dari bulliying “gelandangan politik” yang tak mungkin jadi siapa-siapa.
Sekali layar terkembang, pantang perahu surut ke belakang. Dari cita-cita Anies For Presiden-24, berkembang menjadi Anies For Presiden-29 dalam organisasi Gerakan Rakyat.
Anies Baswedan direkrut menjadi anggota kehormatan pada gerakan tersebut pada 17 Desember 2025.
Gerakan Rakyat yang berlogokan kentongan bersilang pemukulnya warna putih dengan latar belakang warna jingga, berkembang lagi menjadi Partai Gerakan Rakyat tanpa berubah gaya.
Gerakan Rakyat dideklarasikan menjadi Partai Gerakan Rakyat pada hari Ahad 18 Januari 2026 dalam Rakernas I bertempat di Hotel Arya Duta, Jakarta.
Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid mengungkapkan, transformasi menjadi parpol merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan alat perjuangan politik yang berpihak pada kepentingan rakyat.
”Satu hal, kami menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur. Dan, yang kedua, kami menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insya Allah adalah Anies Rasyid Baswedan,” ucap Syahrin Hamid.
Fitnah yang berbuah manis berupa Amanah!! Gandamana yang berpendidikan tinggi dan beijazah asli sekarang punya kendaraan politik. Termul pun ketar-ketir kepanasan macam cacing kena abu! Kebenaran mana lagi yang akan kau dustai, Mul !?* Pontianak,120226.(selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan)
*penulis pimred aksiborneo
