AKSIBORNEO – “Mari kita bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan kepada kita, yaitu agama yang tegak – agama Islam yang telah disempurnakan dan diridhoiNYA.”
DEMIKIAN ajakan yang disampaikan olehUstadz H.Awab bin Ahmad Attamimi, Khotib Idul Fitri 1447H, di lapangan Jl.Rahadi Usman, depan balai kota Pontianak Sabtu (21 Maret 2026) pagi.
Mengawali khotbahnya di hadapan ribuan jemaah shalat Ied 1447 H ini. Ustadz Awab mengatakan, dengan Islam Allah memberikan nikmat yang sempurna. Olehkarena itu kita harus bersyukur kepadaNYA atas petunjuk yang diberikan kepada kita, sedang yang lain masih banyak di dalam kesesatan.
Dengan petunjuk Allah, aqidah kita menjadi kuat dan kokoh. Dengan petunjuk Allah amal kita menjadi amal yang sempurna – yang pada akhirnya akan menjadi akhir yang utama.
Ustadz Awab mengatakan, dengan munculnya fajar 1 Syawal di ufuk timur yang merupakan isyarat – bahwa kita semua kini telah berada di suatu hari yang sangat berbahagia.
Seluruh umat bertauhid di segenap penjuru dunia, bangkit serentak bersama-sama menyuarakan dan menggemakan suara keramat nan sakti berupa takbir dan tahmid, adalah ucapan keyakinan, ucapan kepercayaan, dan ucapan kesadaran.
Ucapan di atas adalah bayang keabadian, pedoman kekal sepanjang masa, pangkalan tempat Muslim bertolak, dan berlabuh tempat Mu’min bersauh.
Ia adalah laksana menara laut di tengah samudera raya perjuangan kehidupan dan kemanusiaan. Ia adalah lambang dari suatu aqidah dan keyakinan, simbol dari pandangan dan pendirian hidup – yang memancarkab Nur atau Cahaya. Bahwa Allah maha besar, selain dari DIA kecil adanya.
Alam raya ini adalah ciptaanNYA, bergerak di bawah asuhan dan kekuasaanNYA, bernaung di bawah penelitian dan Muraqabah (sikap mental spiritual dalam Islam…, Red.)
Kekuasaan para penguasa terlalu kecil bila dibandingkan dengan kekuasaan Allah SWT. Sekecil-kecil dzarrah yang terlepas dari kesatuannya – sekuntum bunga yang telah habis masa mekarnya dan kemudian lunglai jatuh ke bumi terkena hembusan angin. Selembut-lembut bisikan semut hitam kepada kawannya di malam gelap gulita tidak terlepas dari pengawasan Allah SWT.
DIA mengetahui akan segala niat yang tersembunyi di balik lapisan hati dan jantung manusia.
Demikian antara lain khotbah Ied 1447 H Ustadz Awab Attamimi selama lk.25 menit. Ia juga menyinggung soal kemikiskanan dan kehidupan para anak yatim, serta para fukara dan masakin.
Bagi mereka, Idul Fitri ini mereka rayakan tidak dengan mengenakan pakaian baru, tidak dengan menghidangkan makanan yang lezat, tidak pula dengan hati yang gembira. Mereka sambut hari raya ini dengan perasaan pilu, dengan hati duka, karena serba tidak ada.
Ustadz Awab mengajak merenungkan hal itu semua untuk menjadi perhatian kita, karena mereka tak punya tempat mengadu.
Shalat Ied 1447 H kali ini selain dihadiri Oleh Walikota H.Edi Rusdi Kamtono dan Wakil, H.Bahasan, beserta segenap jajaran Prokopimda Kota Pontianak, tampak dihadiri juga oleh H.Sutarmidji – mantan Walikota Pontianak 2 priode terdahulu dan mantan Gubernur Kalbar yl.***

Mohon Maaf Lahir & Batin.
