AKSIBORNEO – “Hujan tidak seberapa lebat sempat membasahi bumi khatulistiwa, kota Pontianak dan sekitarnya beberapa menit, Jumat (4 September 2026) petang.”
NAMUN hujan tersebut bukan hujan alami, tapi hujan buatan hasil teklologi pembenihan awan. Turun kembali sekitar 15 menit pada jam 7.00 WIB,Sabtu (5 September 2026).
Hujan buatan hasil teknologi tersebut merupakan untuk kepentingan pemadaman dan pendinginan bumi terutama tanah gambut, akibat Karhutla (pembakaran hutan dan lahan) di beberapa titik di Kalbar, seperti Kabupaten Kubu Raya, Kab.Sanggau, Kab.Sekadau, Kapuas hulu, Kab.Mempawah, dan sekitarnya.
Hujan sesaat yang turun itu, merupakan hasil teknologi pembenihan awan (cloud seeding).
Sebanyak 10 penerbangan cloud seeding (pembenihan awan) menggunakan 8.000 kg Natrium Colorida (NaCl), atas bantuan pemerintah Jepang dan didukung oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang akan berlangsung hingga 9 September 2026.
Diketahui pemerintah Jepang telah mengirimkan bantuan 3 pesawat helikopter CH-47 dan 600 personil untuk pemadaman api di Kalbar. Saat ini tengah beroperasi di Kab.Ketapang.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Barat telah berlangsung sejak 28 Agustus hingga hujan turun sesaat pada Jumat 4 September kemarin.
Kegiatan tersebut bertujuan membantu mengurangi kadar jebu atau asap dengan cara memicu terjadinya hujan.
Kementrian Lingkungan Hdup (KLH) minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memilih sumber air bersih yang aman serta layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Untuk tidak menampung air hujan selama periode ini, karena air hujan berpotensi mengandung bahan/obat yang digunakan dalam proses pembenihan awan,” ujar Dasrul Chaniago, Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan Kementerian Lingkungan Hidup
“OMG bertujuan untuk membasahi lahan terbakar terutama lahan Gambut”, imbuhnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk mengutamakan kesehatan keluarga serta bersama-sama menjaga lingkungan dan kesehatan.
Imbauan itu sekaligus mengajak masyarakat bekerja sama mendukung upaya pengurangan jerebu demi menyiptakan udara yang lebih bersih dan sehat.*
