AKSIBORNEO – “Limabelas menit tausiyah, cukup bagi Ustadz Buya Zulfan Afan, SH.I mengingatkan untuk tidak menghiraukan ujaran murtadin Pendeta Syaifudin Ibrahim, namun tetap waspada dan istikamah menisbikan igauan si murtadin.”
DALAM acara peresmian gedung baru TPA (Taman Pendidikan AlQur’an) ‘Darul Muttaqien’, khadir juga Ustadz Zulfan Afan yang akrab dengan nama panggilan Buya Zulfan. Pendakwah tetap masjid ‘Darul Muttaqien’ ini, diminta menyampaikan tausiyah singkat terkait pentingnya pemantapan pendidikan Agama Islam sejak usia dini.
Buya Zulfan mengawali dengan menambahkam sambutan ketua masjid tersebut – Firdaus Zar’in, yang menutup dengan mengutip hadist ‘khairunnas anfauhum linnas – sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain’.
“Benar apa yang dikatakan oleh Pak Ketua Masjid tadi tentang ‘khairunnas anfaahum linnas’, akan tetapi ingat juga hadist yang satu lagi – ‘Khairukum man ta’allamal qur’aana wa allamahu,” kata Buya Zulfan.
Baca Artikel terkait : Peresmian TPA Darul Muttaqien Pontianak, Walikota: Sangat Membantu Dalam Membentuk Karakter Anak
Artinya (HR Buchari), jelas Buya Zulfan, ‘sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang belajar Alqur’an dan mengajarkannya’. Termasuk di dalamnya, urai Buya Zulfan, adalah orang-orang atau siapa pun, stakeholder mana pun yang punya peran terhadap pengajaran-pengajaran Alqur’an, sehingga mereka bisa belajar, bisa mengajar di situ tentang Alqur’an, sehingga mereka menjadi khairukum – menjadi umat Nabi yang terbaik, maka kita termasuk di dalamnya.
“Ketua masjid, pengurus masjid, yang mengurusi tentang pengajaran Qur’an, khairukum, mereka umat Nabi yang terbaik. Mereka yang menjadi panitia pembangunan, yang mempersiapkan fasilitas termasuk para donatur dan termasuk donatur hamba Allah yang duaratus juta lebih tadi, itu termasuk bagian dari khairukum man ta’alamal qur’aana wa allamahu. Gemar, senang dengan pengajaran-pengajaran tentang Al’quran,” kata Buya Zulfan
Apalagi dalam situasi kita sekarang ini, lanjut Buya, maka kita memang sangat-sangat membutuhkan lahirnya pondok-pondok pesantren Alqur’an, lahirnya rumah-rumah Alqur’an, lahirnya taman-taman pendidikan Alqur’an. Mengapa? Karena kepada mereka kita berharap bisa menjaga Alqur’an ini. Satu huruf tidak boleh berubah, satu titik tidak boleh bertambah, satu baris tidak boleh berkurang.
“Apalagi kalau mau dihapus sampai tigaratus ayat. Itu namanya oknum pendeta sontoloyo itu, kan dia bilang dalam videonya itu Islam sontolyo. Maka dia mimpi kalau ada yang berani menghapus tigaratus ayat Alqur’an. Saya tahu tigaratus ayat Qur’an yang diusiknya, jadi saya tau apa yang dia mau,” kata Buya Zulfan.
“Jadi jangan mimpi, penjaga-penjaga Alqur’an ini banyak,” ujar Buya.
Dengan diresmikannya gedung baru TPA Darul Muttaqien ini, kita sedang mempersiapkan generasi-generasi Qur’ani. Dukung sepenuhnya, Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mendukungnya kalau kita mau masuk dalam kategori orang yang disebutkan dalam hadist Nabi tadi, Khairukum man ta’allamal qur’aana wa allamahu.
Itu nantikan berjenjang. Ada tahapan bagaimana kita mencintai Alqur’an, bahkan mengamalkan Alqur’an. Jadi ada tingkatan-tingkatannya. Tentu diharapkan dari umat Islam khususnya di kota Pontianak yang 74 – 75%, maka kalau bisa setiap rumah tangga itu punya Qur’an, minimal satu Qur’an. Jangan sampai tidak punya Qur’an, bagaimana mau baca Qur’an kalau dia tidak punya Qur’an. Bagaimana dia mau tanamkan kepada anak-anaknya nilai-nilai Alqur’an agar mau belajar Alqur’an kalau di rumahnya tidak ada Alqur’an.
“Mari kita gali terus apa yang ada dalam Alqur’an sampai akhir hayat kita, jadilah pengamal-pengamal Alqur’an,” pungkas Buya Zulfan Afan.*
