AKSIBORNEO – “Gempa susulan terus mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Malam tadi, 21 kali gempa susulan terjadi dalam semalam dengan 4 di antaranya berkekuatan di atas magnitudo (M) 3.”
BERDASARKAN data yang dihimpun detikcom, gempa susulan terjadi sejak Kamis (24/11) malam sekitar pukul 18.00 WIB dengan kekuatan M 1,2. Guncangan paling besar terjadi pada Jumat (25/11-2022) sekitar pukul 01.44 WIB dengan kekuatan gempa mencapai M 4,1.
Setelahnya, masyarakat juga dibuat panik ketika tiga gempa berkekuatan di atas M 3 terjadi secara berturut-turut sejak pukul 03.51 WIB hingga pukul 04.15 WIB atau hanya dalam kurun waktu kurang dari setengah jam.
Getaran gempa tidak hanya dirasakan di Kecamatan Cugenang, Cianjur. Tapi guncangan gempa juga dirasakan di sejumlah kecamatan Cianjur.
Sementara itu sebuah video amatir warga yang terpantau AksiBorneo di kanal YouTube dengan caption “Cianjur Terbelah” , Jumat (25/11-2022) dinihari, terlihat warga berhamburan keluar rumah, sejumlah wanita yang tengah memasak di dapur umum untuk pengungsi korban gempa juga panik dan berlarian keluar dari dapur umum.
Narasi suara seorang wanita menyebut gempa Cianjur berkekuatan 4,1 dinihari ini jam 01.45 (Jumat, 25/11-2022).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan total keseluruhan korban meninggal akibat bencana gempa Cianjur menjadi 272 korban jiwa. Data tersebut berdasarkan proses pencarian yang dilakukan oleh tim evakuasi yang dilaksanakan pada Kamis, 24 November 2022.
Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Letjen TNI Suharyanto mengatakan, tim evakuasi telah melakukan identifikasi 165 korban meninggal dari 272 korban. Kamis (24/11-2022).
Dipetik dari Tempo.co, Suharyanto menyebut, total ada 2.046 orang luka-luka yang berhasil didata BNPB. Para korban luka dirawat oleh tim medis yang berada di posko pengungsian dan atau akan dirujuk ke rumah sakit di kota lain.
Namun korban meninggal dan luka-luka terus bertambah, juga korban hilang yang belum ditemukan sejak kali pertama Cianjur digempur gempa pada Senin (21/11-2022) siang, berkekuatan 5,6 magnitudo.
CNNI menyatat, korban meninggal dunia dalam bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bertambah 17 menjadi 310 orang pada Jumat (25/11). Sementara korban gempa yang belum ditemukan menyapai 24 orang.
“Per hari ini mendapatkan jenazah 17 orang, sehingga jumlah meninggal menjadi 310 orang. Dan yang masih belum diketemukan 24 orang,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Posko Tanggap Darurat, Kantor Bupati Cianjur, Jumat (25/11-20220).***aksi/detik/tempo/cnn
