AKSIBORNEO – “Khatib shalat Jumat 24 Sya’ban 1444H yang bertepatan dengan 17 Maret 2023 di masjid Darul Muttaqien Kota Pontianak, mengajak umat Islam terus bersyukur atas nikmat tiada terhingga yang diberikan oleh Allah SWT.”
BUYA Zulfan Afan selaku khatib menyebut shalat Jumat kali ini sebagai shalat Jumat pamungkas, karena merupakan shalat Jumat terakhir di bulan Sya’ban 1444H.
“Shalat Jumat kita hari ini merupakan salat Jumat pamungkas, karena pekan depan kita sudah masuk Jumat pertama bulan Ramadhan,” ungkapnya mengawali khotbahnya tanpa teks selama lk.24 menit.
Buya mengajakmenikmati karunia Allah yang tiada terhingga dengan rasa bersyukur yang tiada henti, dan kemudian mempersembahkan rasa bersyukur itu hanya kepada Allah SWT, karena Allah yang maha memberikan berbagai karunia.
Allah yang maha memberikan berbagai anugrah, Allah yang maha memberikan berbagai bentuk rezeki kepada kita sepanjang hidup kita, bahkan tidak ada diantara kita yang kalaupun menyoba menghitung-hitung anugrah, karunia, nikmat, serta rakhmat yang diberikan Allah kepada kita,
“La tuhsuha, takan pernah ada yang dapat menghitung-hitung berapa banyak karunia yang telah Allah anugrahkan kepada kita”, ujarnya.
Maka dengan rasa syukur yang tiada terhingga, lanjutnya, juga dikarenakan anugrah yang tiada terhingga. Anugrah yang sudah kita rasakan dan bahkan nikmati sepanjang hidup kita, kita balas dengan mengabdi yang tiada terhingga juga, kita balas dengan melaksanakan berbagai bentuk kepatuhan, kesungguhan dan ketaatan.
Jalankan perintah-perintah Allah SWT, jauhi, tinggalkan larangan-laranganNYA, sehingga apa yang Allah sebutkan dalam Alqur’an La’in syakartum la’azidannakum, itu yang kita inginkan. Artinya, jika kalian bersyukur maka akan Aku (Allah SWT) tambahkan nikmat untuk kalian.
Dengan bersyukur kepada Allah SWT, maka semua nikmat, semua rakhmat, semua anugrah, semua karunia, semua rezeki, akan tetap Allah karuniakan kepada kita sampai akhir hayat kita.
Wassalatu wassalamu rasulillah Allahuma Sali ala Sayidina Muhammad wa ala ali Sayidina Muhammad, yang di dalamnya tertitip salam rindu kita Karena salawat yang kita sampaikan berangkat dari rasa rindu kita yang kita sampaikan kepada baginda Rasulullah.
Dilatarbelakangi oleh kerinduan-kerinduan ingin berjumpa dengannya kelak di alam akhirat atas izin Allah SWT. Bahkan di dunia ini kita rindu, walaupun untuk sekadar berziarah, datang kepada beliau dengn berziarah ke makam beliau di kota Madinah Almukawarah, baik melalui rezeki haji maupun rezeki umrah. Senantiasa kita cita-citakan itu sampai akhir hayat kita.
Kita memohon kepada Allah SWT, Allah sampaikan salawat-salawat yang kita ucapkan, Alah sampaikan salam rindu-salam rindu yang senantiasa kita ucapkan kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW.
Allahuma Sali wasalim wabarig alaihi wasahbihi.
“Izinkan khatib menyampaikan pesan wasiat taqwa”, ujar Buya.
Marilah terus berjuang sampai akhir hayat kita untuk dapat meningkatkan kadar ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dengan berjuang dari waktu ke waktu, dari hari ke hari ketaqwaan kita bertambah, makin meningkat dari bulan ke bulan bahkan dari tahun ke tahun sampai akhir hayat kita.
Ketaqwaan kita menunjukkan kecenderungan makin bertambah dan makin meningkat, dalam arti mari kita terus berjuang dan berusaha untuk dapat melaksanakan perintah-perintah Allah SWT.
Walaupun diantara perintah-perintah itu mungkin bagi sebagian kita masih berat melakukannya, mungkin bagi sebahagian kita masih belum mengusahakan untuk mampu menunaikannya, tapi karena kita paham itu perintah Allah SWT, berjuanglah untuk dapat melakukannya sebelum ajal menjemput kita.
Taqwa dalam arti menjauhi, meninggalkan larangan-larangan Allah SWT. Walaupun bisa jadi ada diantara larangan-larangan itu masih menarik di hati kita, masih menggiurkan kita, tapi karena itu merupakan larangan-larangan dari Allah SWT, teruslah berjuang dengan penuh kepatuhan, ketundukan dan ketaatan kita.
Tinggalkan, jauhi larangan-laranganNYA sampai akhir hayat kita, dan kita memohon kepada Allah SWT untuk memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita sampai akhir hayat kita.
Demikian antara lain dipetik dari Khotbah Jumat pamungkas dari Buya Zulfan Afan, yang dibagian akhir khotbahnya menyampaikan pesan-pesan Ramadhan ( baca artikel terkait sebelumnya di sini) ***

