AKSIBORNEO – “Peristiwa korban penipuan pada calon jemaah haji atau umroh, seringkali terjadi di tanah air, termasuk pernah terjadi beberapa kali di Kalimantan Barat. Namun masih ada saja yang teperdaya menjadi korban.”
KALI ini terjadi lagi, puluhan calon jemaah umroh asal Kalimantan Barat, diketahui terdampar dan lontang-lantung di Kota Bekasi, Jawa Barat. Diduga mereka korban penipuan. Para korban berasal dari Pemangkat Kabupaten Sambas, Singkawang Kota, dan Kota Pontianak, sedikitnya berjumlah 36 orang.
Awalnya mereka berhubungan dengan seorang wanita yang merekrut mereka dengan nama panggilan Bu Erna di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Bu Erna mengaku marketing travel umroh PT Rihlah Assofa Amanah, Jakarta. Dan Bu Erna tidak sendirian, bersama mitranya bernama Firman.
Mereka yang dari Kab.Sambas dan Kota Singkawang, sempat bermalam dua hari di Pontianak sejak 10 Maret 2023.
Baru kemudian diterbangkan dari Bandara Supadio Kab.Kubu Raya, Pontianak, ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (13 Maret 2023).
Di bandara Cengkareng, puluhan jamaah itu disuruh menunggu yang katanya untuk langsung diterbangkan ke Jeddah.
Namun, setelah menunggu sampai beberapa jam, keberangkatan mereka tiada mendapatkan kepastian.
Dengan alasan terjadi kendala dalam pengurusan VISA, mereka dibawa ke sebuah penginapan di Bekasi untuk bersabar dulu.
Sejak saat diinapkan di Bekasi itu – yang ternyata tempat penampungan calon TKI, para korban seakan dipaksa menghitung hari. Dari besok ke besok, para korban dijanjikan akan segera diberangkatkan.
Sampai dengan lebih dari sepekan berlalu, Bu Erna dan Firman memberi janji; sudah positip pasti berangkat pada Sabtu (25 Maret 2023).
Namun apa yang terjadi? Bu Erna minta waktu 5 hari lagi, karena dia mengaku masih mencari duit untuk memberangkatkan para korbannya ke tanah suci. Padahal puluhan calon jamaah umroh tersebut sudah lunas membayar semua biayanya ketika mulai mendaftar. Sementara itu tempat penampungan sudah dialihkan ke hotel Oyo BTC, Bekasi Timur.
Peristiwa miris 36 calon jamaah umroh itu, diungkap oleh Riyadi Kesumadani – salah seorang korban asal Pemangkat. Riyadi menyampaikan kepada Erna, sebagian dari rombongan menyatakan pembatalan dan minta pengembalian uang secara tunai dan utuh.
“Mereka memilih pulang kampung saja daripada terlantar terus”, ujar Riyadi.
Erna menyanggupi, sedangkan untuk selebihnya Erna berjanjanji akan tetap memberangkatkan mereka tanpa menyebutkan jadwal keberangkatan kapan.
Hingga saat ini dikabarkan, sudah 14 korban yang balik ke Kota Pontianak dan Kabupaten Sambas. Sedangkan 22 orang lainnya masih berharap Erna dapat memenuhi janjinya yang molor terus, mereka enggan balik kampung dengan alasan malu.
Sementara itu pihak travel umroh PT Rihlah Assofa Amanah (RAA), Jakarta, mengatakan mengenal nama Erna dan Firman pernah ingin bekerjasama sebagai perwakilan. Namun belum ada legal ikatan perjanjian kerjasama atau MoU, sehingga semua kejadian ulah Erna dan Firman di luar tanggungjawab PT RAA.***
