AKSIBORNEO – “Bakal calon presiden (Bacapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan disarankan agar memiliki pendamping yang jujur, dan berani menegakkan keadilan dan melawan kebodohan.”
BEGITU dikatakan Putra Pahlawan Nasional Bung Tomo, Bambang Sulistomo, usai menghadiri acara diskusi Forum Negarawan yang membahas soal kriteria pemimpin nasional di Ruang Balairung Pahlawan, Museum Satriamandala, Jakarta, Minggu (11/6-2023).
Bambang menantang bakal calon presiden (Bacapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan, bicara soal keadilan, penegakan hukum, hingga ketimpangan sosial ekonomi.
“Kita harapkan dia sebagai anak muda berani bicara soal itu, soal menegakkan keadilan, soal menegakkan hukum, menghilangkan ketimpangan sosial ekonomi. Saya harapkan dia berani ngomong begitu, kalau nggak, jangan jadi pemimpin,” katanya.
“Kita harus cari pemimpin nasional yang mau mengajak rakyat menyelenggarakan Pemilu yang jujur, adil dan bermartabat. Kalau nggak berani, yang lahir hanya pemimpin-pemimpin curang, tidak adil, tidak berani melawan korupsi,” tegas Bambang kepada wartawan.
Karena, menurut Bambang, ketika Pemilu curang dan tidak adil, maka melahirkan pemimpin yang hanya menikmati kekuasaan, bohong, tidak berani lawan korupsi, bahkan tidak berani menegakkan keadilan.
“Belum ada satu pun calon pemimpin yang jumlahnya 11 itu, saya nggak bilang 3, yang berani bicara, bahwa dia akan ikut menyelenggarakan Pemilu yang bersih, jujur, dan adil, belum ada yang ngomong begitu. Kita cari yang berani ngomong begitu, baru kita pilih dia,” tambah Bambang.
Bambang mengatakan, Anies merupakan sosok anak muda yang diharapkan berani berbicara soal menegakkan keadilan, hukum, dan menghilangkan ketimpangan sosial ekonomi.
“Saya harapkan dia berani ngomong begitu, kalau nggak, jangan jadi pemimpin,” ujar Bambang kepada wartawan.
Saat ditanya saran cawapres untuk Anies, Bambang menyebutkan, agar Anies mencari yang jujur dan lebih mementingkan kepentingan negara daripada kepentingan kelompok golongannya.
“Pemimpin negara kita hanya dua tipe, tipe pemimpin yang memimpin, dan tipe pelayan,” katanya.
“Jangan cari yang tipe pelayan, cari pemimpin yang berani menegakkan keadilan, dan berani melawan kebodohan,” tegas Bambang.*RMOL(re-edit: eaz)
