Banner Event

HUT 253 Kota Pontianak dan Mereka yang Dilupakan

Catatan Ringan, Effendy Asmara Zola/Aksi

SEBENTAR lagi, persisnya 23 Oktober 2023, warga Kota Pontianak merayakan hari jadi ke 253 tahun kotanya yang dibelah oleh Sungai Kapuas, sungai yang membelah 2 (dua) kecamatan di timur dan utara, 4 (empat) kecamatan masing-masing di barat, selatan, tenggara, dan Kecamatan Pontianak Kota.

ANEKA rupa kegiatan untuk memeriahkanya diselenggarakan dengan sukacita. Seperti misalnya, ada lomba sampan, ragam bentuk dan suara meriam karbit, lomba keserasian pemakaian kain tenun corak insang, kuliner khas daerah ini, dan lain-lain.

Namun di antara sekian banyak even, ada sesuatu yang sepertinya dilupakan atau tak pernah diingat sama sekali.

Terselenggaranya suatu pemerintahan adalah pasti tak mungkin berjalan tanpa adanya penyelenggara pemerintahan itu dalam masing-masing struktur bagiannya.

Adakah mereka diingat jasa-jasanya pada tiap tahun perayaan HUT ibukota Prov.Kalimantan Barat ini?

Para penyelenggara pemerintahan kota ini yang telah mengabdi sedemikian rupa, sepertinya dilupakan untuk dikenang jasa-jasa peran mereka. Dimaksudkan di sini, yaitu mereka yang telah menjalankan peran mereka secara baik dan benar.

Kita tengok sejenak, ikhwal walikota Pontianak pertama, Nyonya Muthalib pada tahun ‘50an. Terkenal tegas tapi luwes, disegani karena juga sangat disiplin waktu.

Lalu ada Walikota Sumartoyo setelahnya. Satu-satunya walikota Pontianak pada masanya yang sangat menaruh perhatian pada seni lukis, sehingga munculah pelukis-pelukis antara lain Abdul Aziz Yusnian, ABIAR (Abas Ibrahim Abdurakhman), dan orang tua saya sendiri sebelum melanjutkan pendidikan dosen di Cambridge of London – SAMZA (Syarif Ahmad Maulana Zen Almutahar), dan beberapa lainnya. Kesemuanya kini tinggal kenangan.

Antara 1968/1969 hingga saat ini, saya mencatat beberapa nama pegawai atau pejabat (istilahnya kini PNS/ANS), yang layak menjadi perhatian atau diberi penghargaan karena kinerja mereka yang baik dan benar serta jujur.

Lebih setengah abad menekuni profesi jurnalis hingga saat ini, saya mengingat beberapa nama yang patut di kenang karena jujur dan bersih antara lain :

Ibrahim Salim, terakhir Sekda Kota Pontianak tahun ‘80an, meskipun tidak berpendidikan tinggi, tapi almarhum pernah meraih Juara I Lemhanas untuk tingkat pemerintahan kota.

Mas’ud Abdullah, pernah Kepala Bagian Umum Pemkot Kotamadya Pontianak, kemudian Camat Pontianak Barat, lalu terakhir pernah menjadi Bupati Kab.Ketapang.

Bunyamin Solihin, pernah menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Kota Pontianak,  lalu menjadat PJ Bupati Kapuas Hulu pada 2009.  

Disusul beberapa nama bersih lain: Basuni Abubakar, Ali Masruf yang juga pernah mengajar di Fak Hukum UPB untuk mata kuliah Hukum Dagang. Lalu ada nama Abdullah, pernah menjabat Kepala Bagian Ekonomi, mantan aktifis KAHMI 1966.

Ada nama lain, M Yunus Ka Humas, Syeh Machmud Badawi, dan seorang lagi yang saya lupa namnya di Humas Pemkot Pontianak ini.

Mereka kini tinggal kenangan.

Apa salahnya jika dalam kesempatan peringatan HUT Kota Pontianak kepada mereka yang telah tiada, melalui keluarganya diberikan tanda penghargaan, walaupun hanya selembar plakat yang tak seberapa nilai harganya. Agar tak habis manis sepah dibuang untuk sebuah memori menjadikan motivasi kepada yang lain, bahwa bekerja benar dan jujur adalah baik untuk keberkahan dunia dan akhirat.

Catatan ringan lainnya, adapun penentuan tgl 23 Oktober 177i sebagai hari jadi Kota Pontianak, ditentukan dan diputuskan oleh Walikota Siswoyo 1971, bersama tim kecil yang terdiri dari Tasmin Saiman (Kepala Dinas PU ketika itu), seniman pelukis ABIAR, Pof.Syarif Masyhur Almutahar, SH (pada masa itu belum profesor) – Wakil Direktur IKIP Bandung Cabang Pontianak, Syarif Yusuf Alkadri gelar Pangeran Jaye – terahir pernah menjabat Camat Pontianak Timur, dengan petunjuk dan nasihat dari Prof Dr Wan Usman MA – pendiri IKIP Bandung Cabang Pontianak (sebelum bergabung dengan UNTAN) yang baru beberapa waktu lalu meninggal dunia.

Kala itu Pontianak belum punya Sejarawan atau Sarjana Sejarah.

Demikian catatan ringan sekilas ini, sekadar mengenang mereka yang bersih dan jujur tanpa pernah bermasalah dengan hukum sedikit pun ketika menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan kota Pontianak.

Selamat Merayakan HUT ke 253 Kota Pontianak. Maju kotanya, sejahtera rakyatnya.* (Pontianak 15 Oktober 2023)

Comments
Loading...