AKSIBORNEO – “Putera-puteri pejuang zuriat Syarif Zeyn Almutahar, korban Agresi Jepang 1944 di Kalimantan Barat, membulatkan tekat mendukung pasangan Capres-Cawapres No.1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).”
HAL tersebutdiungkapkan olehSyarif Masyhur Effendy Almutahar, wartawan senior yang lebih dikenal memakai nama samaran Effendy Asmara Zola, Senin (8 Januari 2024)
Ami Effendy (77) – demikian biasa disapa, adalah cucu tertua Allahyarham Syarif Zeyn Almutahar dari abahnya Syarif Ahmad Maulana Zeyn Almutahar (SAMZA), dosen Bahasa Inggeris Untan dan UPB di Pontianak yang wafat pada 12 Desember 2003 silam.
Dia menambahkan tentang Syarif Zeyn Almutahar, adalah salah satu korban pendudukan Tentara Dai Nipon di Kalimantan Barat antara 1942-1944. Siapa pun yang tak mau bersekutu dengan Nipon, disungkup (diculik dengan kepala ditutup karung), dihabisi dengan cara korban dipancung kepalanya pakai pedang samurai di lubang-lubang besar di Mandor, sekitar 57km di luar kota Pontianak.
“Tercatat lebih dari tigapuluh ribu jiwa korban agresi Jepang di zaman pendudukan agresor dulu”, imbuhnya menyeritakan.
Tempat tersebut setelah kemerdekaan RI dikenal sebagai Makam Juang Mandor dengan 10 kuburan besar berisi ribuan jenazah. Total tercatat lebih 31.000 jiwa korban agresi Jepang 1944 di seluruh Kalbar dari berbagai etnis dan agama. Sehingga Kalbar telah kehilangan satu generasi.
Menurut penuturan Ami Effendy, zuriat jid (datuk) yang ada sekarang berasal dari pernikahan dengan berbagai fam, Almutahar sendiri, Alkaf, Alaydrus, Baraqbah, Alkadri, Fada’aq, dan Binsyahab.
“Di Kalimantan Barat tersebar di Pontianak, Kabupaten Sambas, dan di Kota Singkawang. Ada juga yang di Jawa Tengah, dan Jakarta”, jelasnya.
Terkait dukungan pada Capres-Cawapres 01 pasangan AMIN, Ami Effendy mengatakan, karena Anies Baswedan memenuhi syarat untuk memimpin sebuah negara besar seperti Indonesia ini.
“Zuriat dan para kerabat Allahyarham Syarif Zeyn Almutahar sudah bertekat dan membulatkan hati mendukung pasangan AMIN Insyaallah menjadi Presiden RI 2024-2029”, ugkap Ami Effendy.
Ditinjau dari silsilah zuriat atau keturunan Anies Rasyid Baswedan dan pendidikannya jelas, rekam jejaknya ketika sebagai Gubernur DKI Jakarta juga jelas tidak ada yang meragukan, walaupun hanya satu priode memimpin ibukota negara RI ini cukup jelas keberhasilannya.
“Mungkin di antara kami ada yang berbeda parpol, namun untuk Presiden RI mendatang kami sudah sepakat, pilihan kami tetap hanya pasangan AMIN”, pungkasnya.
Ditanya berapa banyak zuriat dan kerabat almarhum Syarif Zeyn Almutahar yang diklaim merupakan pendukung paslon 01 Anies – Muhaimin, Ami menyebut angka sedikitnya 200 orang yang sudah punya hak suara.
“Ingat, satu suara sekalipun sangat menentukan”, tegasnya.
Diketahui, Effendy Asmara Zola sejak Februari 2023 silam berada di Seksi Sosbud DPW Relawan Aies Presiden’24 (AP’24) Kalbar yang diketuai oleh Letkol (Purn) Mirwanto.*
