AKSIBORNEO – “Dalam tiga hari pekan ini, jelang Kampanye Akbar pasangan AMIN di Stadium JIS, Sabtu (10-2-2024), beredar unggahan di media sosial kalau pasangan 02 Prabowo-Gibran menang Pilpres di Luar Negeri.”
PADA unggahan tersebut menyebut perolehan suara di 6 negara, yaitu Jepang, Arab Saudi, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura.
“Di Taiwan and Malaysia Anda Sudah Menang Jendral!” tulis unggahan tersebut tertuju kepada pasangan 02 Prabowo-Gibran.
Lalu benarkah berita yang disebar ke medsos Facebook dan beredar luas di grup-grup WA?
KOMINFO menyampaikan keterangan terkait unggahan di media sosial Facebook yang mengeklaim hasil penghitungan suara di Malaysia dan Taiwan telah selesai dilakukan.
Kominfo melansir liputan6.com, bahwa klaim hasil penghitungan suara di Malaysia dan Taiwan telah selesai dilakukan adalah tidak benar. Faktanya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari membantah adanya hasil hitung cepat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di luar negeri.
Hal itu disampaikan guna menjawab perolehan suara kandidat Pemilu 2024 yang ramai beredar di sosial media. Namun demikian, jika ada hasil suara dari luar negeri dapat dipastikan hal itu adalah salah. Sebab, KPU tidak melakukan penghitungan suara di mana pun sebelum 14 Februari 2024.
Sementara itu dikutip dari Media Indonesia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI membantah informasi yang beredar di masyarakat terkait hasil pemungutan suara Pemilu 2024 di sejumlah negara. Sebab, penghitungan suara di luar negeri belum dilakukan.
Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari menjelaskan, pemungutan suara Pemilu 2024 di luar negeri memang dilakukan lebih awal atau early voting ketimbang di Indonesia yang baru digelar pada Rabu (14/2-202).
Pemungutan suara di luar negeri dilakukan dengan metode pencoblosan langsung di tempat pemungutan suara (TPS), pos, dan kotak suara keliling. Namun, penghitungan surat suara Pemilu 2024 di luar negeri digelar secara bersamaan dengan di Tanah Air.
“Penghitungan suara pemilu luar negeri dilaksanakan bersamaan dengan waktu penghitungan suara pemilu dalam negeri, yaitu pada tanggal 14-15 Februari 2024,” terang Hasyim lewat keterangan tertulis, Kamis (8/2-2024).
Oleh karena itu, pihaknya menegaskan bahwa publikasi hasil penghitungan suara Pemilu 2024 di luar negeri sebelum 14 Februari 2024 sebagai informasi yang tidak benar (Hoaxs).
Sebelumnya, beredar informasi grafis yang mengungkap hasil Pemilu 2024 di Malaysia, Taiwan, Singapura, Korea Selatan, Jepang. dan Arab Saudi. Publikasi yang tidak benar itu menyebut bahwa pasangan Prabowo-Gibran unggul secara dominan dibanding Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud di keempat negara tersebut.
Hasil penghitungan suara di Malaysia, misalnya, disebut memenangkan Prabowo-Gibran dengan perolehan 83,2%, sedangkan Anies-Muhaimin 9,5% dan Ganjar-Mahfud 7,3%. Meskipun pemungutan suara lewat metode pos dan kotak suara keliling di Malaysia sudah digelar, tapi pemungutan di TPS baru dilakukan pada Ahad (11/2-2924).*MI
