Banner Event

Buya Zulfan Pontianak Singgung Pemilu: Jangan Berburuk Sangka Kepada Allah

SALAHSATUNYA adalah Ustadz  Drs. Zulfan Affan, SH atau yang akrab disapa dengan nama panggilan Buya Zulfan.

Buya Zulfan tak menyebut nama pasangan paslonpres  mana diantara 3 pasang kompetitor yang baru melewati masa kompetisi mereka, namun Buya Zulfan menyoroti terkait  adanya kezaliman dalam proses pemilu pada pilpres 2024.

Diketahui pemilu tahun ini baru saja digelar, tapi pernak-perniknya masih terasa meresahkan hingga pasca pemilu serentak yang digelar pada Rabu 24 Februari 2024.

Ketika membuka kajian lanjutan ikhwal Al-Hikam di Masjid Darul Muttaqien, Sabtu (17 Febr 224) ba’da shalat subuh, Buya Zulfan minta kepada umat Islam, khususnya majelis ta’lim di masjid yang beralamat di Pontianak Barat, Kota Pontianak ini, agar tidak bersikap macam-macam di luar nalar.

Buya minta agar umat Islam tetap tenang, tetap semangat, jangan jadi loyo, bahwa perjuangan belum berakhir. Tetap menggunakan akal sehat dan sabar, Innallaha ma’ashabirin. Supaya tetap dapat menahan diri dari segala sesuatu yang tidak disukai dengan mengharap ridha dari Allah Swt.

“Jangan sampai lemah, malas atau lesu sampai ndak tidur-tidur, sampai-sampai hilang semangat untuk mengikuti kajian subuh ini. TV pun sudah jarang hidup karena tak bersemangat lagi untuk nonton siarannya. Jangan”, kata Buya Zulfan mengawali kajian subuhnya baru-baru ini.

Menurutnya perjuangan belum final, apa yang telah kita lalui baru sebagian kecil dari perjuangan. Hasilnya belum final, walaupun propaganda hasil sedang berlangsung di hadapan kita. Olehkarena itu semangat jangan sampai kendur, jangan mundur, apalagi sampai berburuk sangka pula kepada Allah.

Buya menyebut, tanda-tanda itu (berburuk sangka kepada Allah), dilihatnya ada pada beberapa media sosial.

“Saya melihat ada postingan, percuma didukung oleh para ulama, percuma didukung oleh para habait”, ungkapnya.

“Jangan begitu, memangnya yang menentukan menang kalah itu ulama, memangnya yang menentukan kalah menang atau hasil perjuangan itu habait? Ini kan berarti dia belum kenal betul dengan Allah”, kata Buya.

Makanya, tutur Buya Zulfan, yang sudah belajar sedikit-sedikit Al-Hikam, hal yang sedang kita hadapi itu ringan saja sama dia. Bahwa, perjuangan sedang dilaksanakan, perjuangan awal sudah dilakukan, perjuangan kemaren sudah dikerjakan. Perjuangan hari ini apalagi yang harus dikerjakan untuk nanti sampai final, apa yang menjadi takdir Allah.

Bahkan ketika takdir Allah pun misalnya tidak sesuai dengan keinginan kita, maka kita yang sudah mengenal Allah dengan baik, tetap tidak akan goyah dengan apa yang sudah Allah takdirkan.

Itu karena kita sudah sama-sama meyakini, yang baik-baik itu datang dari Allah sebagai anugrah, yang buruk-buruk juga datang dari Allah sebagai ujian, sebagai cobaan bahkan bisa sebagai istidraj (bentuk marah dari Allah) bagi sebagian orang, tinggal kita nanti yang mau  menjalaninya.

“Yang kita jalani augrah, yang kita jalani ini rakhmat, yang kita jalani nanti ujiankah, yang kita jalani nanti ini cobaankah, yang kita jalani istidraj kah?  Semuanya itu atas kehendak Allah.”, tutur Buya Zulfan.

“Jadi janganlah berburuk sangka kepada Allah. Tetap semangat dan sabarlah, kita tunggulah hasil final dari takdir Allah SWT untuk bangsa dan negara ini. Teruslah berjuang di jalan Allah,” ujar Buya Zulfan sebelum mengawali kajian subuhnya.

Sekilas untuk diketahui, Istidraj adalah suatu bentuk tipudaya Allah bagi yang tamak dan rakus, sehingga disangkanya sebagai rakhmat Allah. Misal, tak puas dengan nikmat kekayaan, Allah beri lagi dia kekayaan berlimpah, tak puas dengan nikmat kekuasaan mau lebih berkuasa lagi, pun Allah Swt berikan. Tapi kerakusan pada harta dan atau kekuasaan itu jualah yang akhirnya akan menyengsarakan dirinya.***

Comments
Loading...