AKSIBORNEO – “Sebagaimana diberitakan terdahulu, mantan Sekda Kalbar, M.Zeet, meninggal dunia di RS Dharmais, Jakarta, sekitar jam 16.00 WIB, Ahad (5 Mei 2024).”
TERKAIT riwayat penyakit yang diderita M. Zeet, diketahui oleh banyak kalangan sejak dua tahun silam, dan diungkapkan juga oleh abang kandungnya, M. Rifa’’at.
Menurut Rifa’at, kanker otak yang diidap adiknya, kali pertama diketahui pada tahun 2023. Dari diagnosa RS Mitra Medica kota Pontianak, kondisinya memang sudah besar, sudah stadium 4.
“Jadi tahun lalu, 2023 baru ketahuan itu kanker dan sudah besar. Diperiksa MRI (Magnetic Resonance Imaging) ternyata ada kanker, memang sudah stadium 4,” ungkap Rifa’at.
“Kami keluarga tentu menyampaikan untuk sahabat, kolega, kawan, yang kenal, kami mohon dimaafkan kesalahan-kesalahan adik saya. Tentu banyak kesalahan selama dia jadi pemimpin, banyak kekurangan, banyak kelemahan. Mungkin ada janji yang belum dapat ditepati, mungkin ada yang pernah disakiti, atas nama keluarga saya menyampaikan permohonan maaf,” .tambahnya.
“Bila ada hal-hal yang memerlukan penyelesaian dari keluarga, ya siap untuk menerima informasi yang terkait itu,” imbuhnya lagi.
Artikel terkait : Inalillahi wa inailaihi rajiun, M.Zeet Tutup Usia di Jakarta
PjGubernur Kalbar dr.H.Harison dan istri, Windy Prihastari, S.STP., M.Si yang adalah Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kalbar dan kebetulan sedang di Jakarta sempat melayat mendiang mantan Sekda Kalbar itu di ruang duka RS Dharmais, Ahad (5 Mei 2024) sesaat setelah mengetahui wafatnya.
Sedianya, jenazah H.M.Zeet dari Bandara Suta Jakarta akan disambut di Bandara Supadio, Pontianak, dalam acara resmi Pemprov Kalbar, Senin (6 Mei 2024) pagi. Lalu serahterima di Balai Petitih kepada pihak keluarga, baru dishalatkan di masjid Kantor Gubernur Kalbar. Setelah itu proses pemakaman di komplek pemakaman yang telah ditentukan pihak keluarga.
Namun atas permintaan keluarga, kata salah satu pihak keluarga almarhum, kedatangan jenazah almarhum H.Muhammad Zeet Hamdy Yusuf sampai prosesi pemakamannya tidak dilakukan secara resmi pejabat madya ASN.
“Biasa-biasa sajalah,” ujarnya.
Jadi, dari Bandara Supadio, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Halmahera, Kota Baru – Pontianak. Disholatkan di rumah, lalu disholatkan lagi di Masjid Aljihat, dan seterusnya dimakamkan di pemakaman muslim Sungai Bangkong, Pontianak Kota.
Diketahui, almarhum H.M.Zeet dimakamkan didekat makam ibundanya Hj Narjas Muhammad Alhastimi, asal Solo kelahiran 15 Maret 1934, wafat dalam usia 78 tahun pada 2012 silam.***
