AKSIBORNEO – “Seperti biasa sejak 62 tahun silam, tiap Shalat Idul Adha/Idul Fitri di lapangan terbuka kota Pontianak, senantiasa diselenggarakan di sepanjang jalan Rahadi Usman sekitar Kantor Pos lama hingga di depan kawasan BNI 1946.”
DEMIKIAN juga pada Idul Adha 1445 Hijriyah, kali ini pun digelar oleh PHBI (Panitia Hari Besar Islam) Kota Pontianak di area terbuka yang juga meliputi depan Balaikota Pontianak, di Jl.Rahadi Usman.
Idul Adha 1445 H yang bertepatan dengan 17 Juni 2024, hari Senin, bertindak selaku Imam adalah Ustadz H Abdul Syukur Mustafa, penyampai khotbah Idul Adha atau selaku khatib, H Mulyadi, Pj Sekda Kota Pontianak.
Dihadiri ribuan umat Islam dan di bawah cuaca cerah, sebelum acara pokok dimulai, Pj Walikota Pontianak, Ani Sofian, menyerahkan 4 besek sebagai simbolis kepada 4 perwakilan pengurus masjid di kota ini.
Penyerahan besek secara simbolis tersebut, merupakan tindaklanjut Surat Edaran (SE) Walikota Pontianak Nomor 30/2024, tetang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha Tanpa Sampah Plastik.
Pada SE tersebut Pemkot Pontianak mengimbau kepada para Pania Qurban Idul Adha 1445 H untuk dapat mengurangi atau tidak menggunakan kantong plastik pada kegiatan Hari Raya Idul Adha.
Alternatifnya supaya mengganti dengan bahan-bahan yang mudah terurai (organik), seperti daun pisang/daun jati, anyaman bambu (besek) atau wadah lain yang dapat digunakan ulang mudah terurai.
Pelarangan pengunaan kantong kresek plastik, apa pun jenis dan apa pun warnanya, sebagai pembungkus daging kurban, sangat berisiko bagi kesehatan secara berproses di tubuh. Antara lain menempelnya racun microplastik pada serat-serat daging. Apalagi jika daging di dalam bungkusan plastik tersebut dimasukan ke dalam kulkas. Berbahaya sekali bagi kesehatan.***
