Setelah issu kontra issu pilpres dan legislatif yang puncaknya pada 14 Februari 2024, menyusul pula sekarang hiruk-pikuk jelang Pilkada Serentak Kepala Daerah semua tingkatan pada 38 provinsi.
TERMASUK di dalamnya Provinsi Kalimantan Barat yang meliputi 14 kabupaten/kota dengan 3.958.561 pemilih dari populasi penduduk 5.623.328 jiwa.
Diprediksi pada Pilkada Serentak November mendatang, bakal tampil dua pasang ‘pemain’ saja alias head to head untuk KB 1.
Terpantau dari timbul tenggelamnya 6 nama kandidat bakal calon gubernur Kalimantan Barat. Kalaupun sampai terjadi tiga pasang yang ‘main’, bolehdibilang yang satu lagi berperan pemecah suara saja.
Dua pasang bakal calon (balon) gubernur yang bakal berlaga nanti, berdasarkan kalkulator penyuplai hasil survai dan suara rakyat, adalah Sutarmidji dan Ria Norsan, incombent Gubernur Kalbar 2018-2023 vs Lasarus, Ketua DPD PDI-P Kalbar sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR-RI sejak 2014.
Lasarus diback-up 13 kursi atau 20% dari 65 kursi anggota DPRD Kalbar terpilih 2024-2029. Artinya, walaupun tanpa matur suwun kepada 9 parpol lainnya yang ada di dewan, Lasarus bisa saja melenggang bebas untuk maju ke calon gubernur provinsi yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia Timur ini.
Tidak demikian halnya dengan incomben Sutarmidji – Ria Norsan yang diusung Partai NasDem yang punya 10 kursi dewan terpilih di DPRD Kalbar. Pasangan ini mesti bergerilya mencari pencukupan suara 20% kursi dari 65 kursi.
Ria Norsan sendiri yang Ketua Pembina Partai Golkar Kalbar dan otomatis didukung partai berlambang pohon beringin ini, menguasai 9 kursi DPRD Kalbar terpilih.
Diketahui, setakad ini baru incomben Sutarmidji yang sudah memastikan diri didampingi sobat lama, Ria Norsan. Sedangkan Lasarus masih menggenggam erat 10 nama yang pernah disebutnya bakal calon pendampingnya.
Sementara itu mantan Bupati Kubu Raya 2009-2014/2019-2023 Muda Mahendrawan yang semula maju dari jalur independen dan batal, disebut-sebut berpasangan dengan Suryanto Tanjung – Ketua DPD Partai Hanura Kalbar.
Namun akhir-akhir ini di media sosial beredar gambar editan Muda Mahendrawan bersama bakal calon gubernur Lasarus, seolah-olah bakal calon wakil gubernur Kalbar yang Ketua DPD PDI-P Kalbar itu.
Bersamaan dengan itu, di media sosial terutama di WAGroups berseliweran pula gambar editan Hildi Hamid bersama Lasarus, seolah bakal calon Lasarus.
Penampakan tersebut oleh sementara kalangan politisi menyebutnya sebagai tes ombak.
Hildi Hamid sendiri, kepada awak media belum lama ini memberikan keterangan bersayap, kemungkinan untuk maju sebagai bacagub atau bacawagub Kalbar.
Diketahui, Hildi Hamid adalah mantan Bupati Kayong Utara dua periode, 2008-2013 dan 2013-2018, dan saat ini masih Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan.
Bertolak dari gambaran situasi percaturan politik terkait penjaringan dan penyaringan bakal calon Gubernur Kalbar 2024-2029 tersebut, dipastikan bakal maju dua calon kuat, yaitu incomben Sutarmidji vs Lasarus head to head.
Hanya saja Lasarus masih menggenggam erat nama bakal calon wakilnya. Dia hanya pernah menyebut mengantongi 10 nama bakal calonnya.
Siapa bakal calon wakil gubernur yang akan menjadi taysen Lasarus nanti, tentu yang bisa senada dan seirama dengan sepak terjangnya, bagaimana gendang begitu juga tarinya, seliur menurut ungkapan Melayu.
Apakah diantara 10 nama yang dikantongi Lasarus itu, atau ada nama lain yang bakal jadi kuda hitam bakal calon wakilnya? Kita tunggu saja, karena kesempatan masih panjang waktunya, baru 27 – 29 Agustus 2024 merupakan tahapan pendaftaran serentak calon kepala daerah ke KPUD; gubernur, walikota, dan bupati.*(Pontianak,020724)
