Kawal Pilkada
AKSIBORNEO – “Dorongan kuat DPD Partai Golkar Kalbar kepada Mulyadi, memberi harapan besar bagi mantan Sekda kota ini untuk tetap maju sebagai calon walikota Pontianak.”
DIANTARA 14 nama bakal calon walikota (bacawako) Pontianak 2024-2029, setakat ini setidaknya tersisa 3 nama yang bakal berkompetisi, termasuk incumbent Edi Rusdi Kamtono dan wakilnya Bahasan.
Dua nama yang santer jadi isu publik di ibukota provinsi Kalimantan Barat ini, adalah Paryadi – mantan Wakil Walikota Pontianak di masa Walikota Sutarmidji pada 2008-2013, dan Mulyadi – mantan Sekda Kota Pontianak 2018-2023.
Sekilas catatan, untuk 2013-2018, Paryadi enggan menjadi wakil Sutarmiji dan maju sendiri sebagai cawako Pontianak, namun tak dapat menggeser Sutarmiji yang menarik Edi Rusdi Kamtono – mantan Kepala Dinas PU Kota Pontianak sebagai wakil.
Pada Pilwako 2018-2023 Paryadi tak lagi kedengaran, sementara Edi Rusdi Kamtono berpasangan dengan Bahasan menjadi orang nomor 1 kota Pontianak, dan Sutarmidji berpasangan dengan Ria Norsan Gubernur – wakil gubernur Kalimantan Barat dan kini incumbent untuk Pilgub Kalbar 2024-2029. Sedangkan Edi Kamtono tetap berpasangan dengan Bahasan sebagai incumbent walikota 2018-2023 untuk Pilwako 2023-2029.
Pada Pilwako 2024-2029 nama Paryadi muncul lagi dengan bakal calon wakil yang belum pasti. Pemunculan Paryadi kali ini untuk menggesar incumbent Edi Kamtono – Bahasan. Namun dia harus juga berkompetisi dengan satu nama populer lain, yakni Mulyadi – mantan Sekda Pontianak 2018-2023.
Sejak awal Mulyadi dikabarkan sudah punya satu nama kuat yang diwanti-wanti bakal calon wakilnya, AKBP (Purn) Andi Harun, SH. Tapi belakangan ada bocoran halus, Mulyadi punya pilihan lain, yaitu Ustadz Miftahul Ulum, SH.I., sebagai bakal calon pendamping.
Miftahul Ulum atau yang akrab disapa dengan nama panggilan Ustadz Miftah adalah mantan Anggota DPRD Kalbar 3 priode, kini Sekretaris DPW PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Kalbar dan punya kekuatan 3 kursi terpilih di dewan kota.
Sedangkan Andi Harun setelah purna tugas di kepolisian sebagai Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Pontianak, adalah Dewan Pakar PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Prov. Kalbar bidang Strategi Pemenangan serta aktif di berbagai ormas sebagai ketua dan atau pembina.
Jika bacawako Mulyadi mendapat dorongan kuat dari Golkar yang punya 6 kursi di dewan kota untuk bersegera menetapkan wakil, ditambah 4 kursi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) yang dikabarkan juga bakal mendukung mantan Sekda Kota Pontianak ini, maka terpenuhilah 20% (lebih) syarat minimal 9 kursi dari total 45 kursi anggota DPRD Kota Pontianak 2024-2029.*
Baca Artikel terkait sebelumnya :
Golkar Dorong Mulyadi, Mantan Sekda Pontianak untuk Pilwako
Lika-liku Andi Harun Dari Loper Koran Hingga AKBP, Kini Cawako Pontianak 2024-2029
