Banner Event

Ramai-ramai Tolak Atlet Israel dalam Kejuaraan Senam Dunia di Indonesia

SEJUMLAH pihak mulai dari Organisasi Islam, partai politik, anggota DPR-RI hingga Gubenur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersuara menolak kehadiran rombongan atlet senam artistik Israel.

Penolakan kehadiran para atlet senam Israel di Indonesia sebagai bentuk dukungan

Terhadap Palestina dan mengecam tindakan genosida Israel di Gaza.

Sebelumnya, media Israel, Jewish News Syndicates melaporkan, sebanyak enam atlet senam asal Israel telah mendaftar kejuaraan tersebut.

Dalam laporan tersebut, badan pengurus nasional senam di Israel mengklaim memperoleh informasi dan jaminan dari penyelenggara di Indonesia untuk bisa ikut serta.

.Kejuaraan ini juga menjadi salah satu ajang kualifikasi resmi untuk Olimpiade Los Angeles 2028.

Sekjen (Sekretaris Jenderal) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, mendorong seluruh pihak untuk menolak kedatangan atlet Israel.

Penolakan itu, demikian MUI, sebagai bentuk dukungan terhadap pembebasan Palestina dari penjajahan dan upaya genosida yang masih berlangsung.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang daerahnya menjadi lokasi kejuaraan menegaskan, tidak mengizinkan kehadiran atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.

Pramono berharap pemerintah maupun organisasi bisa mempertimbangkan ulang untuk mengundang atlet dari Israel. Bahkan, Pramono menegaskan seharusnya visa para atlet ini tak usah dikeluarkan.

“Tentang atlet Israel, kalau ke Jakarta tentunya sebagai Gubernur, dalam kondisi seperti ini pasti saya tidak mengizinkan. Pasti akan menyulut, memantik kemarahan publik dalam kondisi seperti ini,” kata Pramono.

PB NU dan Muhammadiyah serta sejumlah parpol antara lain PDIP, PAN, PKS,   dengan alasan yang sama, menolak kehadiran para atlet senam artistik negara zionis tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta menegaskan, pemerintah harus memegang teguh prinsip bebas aktif dan berpihak pada kemanusiaan sebagaimana amanat konstitusi.

“Jangan sampai kita kebobolan lagi soal keikutsertaan Israel dalam ajang olahraga internasional. Ajang olahraga adalah sarana promosi dan diplomasi. Dalam kondisi Gaza yang memilukan, kita tak perlu memberi panggung kepada Israel,” ujarnya.*berbagaisumber

Comments
Loading...