by, Vivi F
AKSIBORNEO – “Fenomena berbeda dari sebelumnya, tiba-tiba merubah wajah kota Jakarta dengan pemagaran tinggi-tingi beberapa pusat perbelanjaan dan gedung-gedung besar.”
FAKTA tersebut menjadi sorotan netizen dan publik umumnya, baik dari warga Jakarta sendiri maupun warga pengunjung dari berbagai daerah.
Netizen penasaran dengan pemandangan tak biasa didirikannya pagar vertikal sedemikian rupa yang kokoh setinggi antara 2,5 – 3 meter itu. Ada juga yang menyebut publik khawatir aksi unjuk rasa besar-besaran ala Kerusuhan 1998 terkait penggulingan Pak Harto, Presiden ke 2 RI yang dikenal sebagai “Kerusuhan ‘98”, bakal terjadi lagi menggoncang Jakarta pada 10 Agustus mendatang.
Namun, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja membantah, pagar besi yang didirikan bukan sebagai antisipasi terhadap kerusuhan, melainkan untuk mengatur akses pengunjung sekaligus memperkuat perimeter keamanan pusat perbelanjaan.
“Tujuan utamanya supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dan keluar dari mana saja, sehingga membahayakan lalu lintas sekitar,” ujarnya di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Fenomena yang serupa juga terjadi di pusat-pusat perbelanjaan di Surabaya dan Yogyakarta.*
