AKSIBORNEO – “Berita menggegerkan warga Kabupaten Sambas pekan ini, seorang anak menebas leher ayah kandungnya hingga tewas. Sementara di NTT seorang anak menyeret ibu kandungnya yang sudah lansia dan memperkosanya.”
PEMBANTAIAN terhadap ayah kandung di Sambas, Kalimantan Barat yang tewas dengan kepala putus ditebas parang panjang, diakui si pembunuh berdarah dingin, FR (27), anak kandung korban sendiri.
Pembunuh berdarah dingin warga Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas itu, dengan dingin mengakui perbuatan sadisnya, dengan cara menebas leher korban menggunakan sebilah parang panjang.
Pasca kejadian yang sebelumnya sempat viral di Medsos tersebut, diketahui oleh warga yang curiga melihat FR menggotong sesuatu dalam bungkusan ke arah kuburan berjarak lk 100 meter dari kediaman korban.
Ketika diminta memperlihatkan isi bungkusan, dengan sikap seperti tak berdosa, FR menuruti perintah warga. Diketahui ada tubuh manusia yang bukan lain ayah kandung korban sendiri, terpisah dengan kepalanya.
Atas pengakuan FR sendiri, pelaku langsung diamankan warga dan melaporkan kejadiannya ke Polsek setempat.
“Kejadian itu Jumat, jam 07.30 WIB. Pelaku FR membawa jenazah ayahnya dengan kondisi tubuh dan kepala terpisah menuju ke arah pemakaman sehingga dilihat oleh warga,” kata Kabid Humas Polda Kalbar,Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan kepada awak media yang menghubunginya, Jumat (13/5-2022).
Sementara itu menurut warga, ibu korban pernah mengeluhkan prilaku anaknya yang sering uring-uringan. Pelaku beberapa kali pernah mengancam akan membunuh kedua orang tuanya. Diketahui juga, pelaku pencandu alkohol yang biasa dicampurnya dengan sejenis obat batuk.
Untuk pendalaman kasusnya, pihak Kepolisian merasa perlu untuk memeriksakan kondisi kesehatan jiwa pelaku, sementara sebilah parang panjang, pakaian korban yang bersimbah darah, dan pakaian pelaku yang juga terpercik darah korban, disita sebagai barang bukti.
SUBUH-SUBUH PERKOSA IBU KANDUNG YANG SUDAH LANSIA
Aksi anak durhaka di NTT lain lagi. “Entah kerasukan setan atau sedang dalam keadaan tak sadar karena mabuk, anak tega perkosa ibu kandungnya sendiri. Korbannya, Paulina Mina bukanlah ibu yang masih berusia muda, bahkan sudah lansia, 61 tahun.”, tulis AKSI KATA jaringan AKSIBORNEO.
Pelaku bernama Benediktus Jagur berhasil diringkus aparat. Sementara korban dilarikan ke Puskesmas Mukun karena mengalami luka parah di bagian dagu, mata dan patah tulang rusuk. Kondisi perempuan malang itu penuh luka lebam akibat dianiaya sang anak durhaka.
Kronologisnya peristiwa itu terjadi di dalam rumah korban di Dusun Kawang Desa Mokel Morit Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/1/2022) subuh.
Damianus Samur (63) suami korban, kepada polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menuturkan, ia tertidur pulas saat pelaku menyeret korban ke ruang tamu. Ia baru mendengar suara kegaduhan ketika istrinya berteriak, dan betapa kagetnya suami korban mendapati istrinya sudah dalam keadaan telanjang dan ditindih pelaku.
“Begitu saya keluar saya melihat istri saya sudah telanjang dan ditindih anak saya (pelaku). Saya spontan teriak memanggil tetangga dan saat itulah anak saya melepaskan diri, tapi wajah istri saya sudah berdarah dan babak belur. Dia juga mau menyerang saya untung saya lari keluar rumah dan saat itulah tetangga datang,” tutur Damianus.
Usai mengumpulkan barang bukti dan keterangan, polisi kemudian membawa pelaku ke Kantor Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Timur (Matim) di Borong.*AB/AKA
