AKSIBORNEO – “Sekelompok orang diketahui muncul mengaku murid Allah, namun tidak mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW, tidak mengakui Rukun Iman dan Rukun Islam, serta tidak mengakui Qur’an dan Hadis.”
KELOMPOK yang baru terungkap punya pengikut belasan orang itu, diduga beraliran sesat karena pemahaman mereka yang nyata-nyata menyimpang dari ajaran Islam. Mereka bermarkas di bangunan bekas sebuah warung ‘Family’ di Desa Cobanblimbing, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Temuan yang menyurigakan itu kemudian dilaporkan warga ke MUI setempat dan ditindaklanjuti oleh pihak kecamatan.
Menurut Camat Wonorejo – Didik Suryanto, pihaknya telah turun ke lapangan, Ahad (15 Mei 2020).
Diketahui, dari kelompok yang ditemui di markas mereka memang banyak penyimpangan dari syari’at Islam. Mereka mengaku tidak punya pimpinan, karena murid Allah langsung, jadi tidak mengakui Nabi Muhammad rasulullah.
Dalam pemahaman mereka yang menyebut diri merupakan murid Allah langsung, tidak mengakui rukun iman dan rukun islam, tidak mengakui Alqur’an kecuali terjemahannya, dan tidak mengakui hadis.
Belum ada keterangan bagaimana cara mereka beribadah menghadap Allah, karena mereka juga tidak bersyahadat.
Hingga saat ini pihak Propimcam (protokol pimpinan kecamatan), Propimkab, dan MUI setempat masih berkoordinasi untuk meluruskan dan menelusuri asal-usul ajaran sesat tersebut agar tidak melebar ke mana-mana.*
Laporan; Wilmar Hadi/Jakarta
Editor; Effendy Asmara Zola
