AKSIBORNEO – “Selama ini orang hanya mengenal adanya dua kelas atau kelompok jemaah haji, yaitu reguler dan haji plus atau lebih populer dengan ONH Plus (ongkos naik haji berbiaya lebih), dengan segala kelebihan dan kekurangannya.”
BELAKANGAN khayak diperkenalkan pula dengan adanya sebutan Haji Furoda.
Diketahui, Kementerian Agama mengabarkan sebanyak 46 jemaah calon haji furoda asal Indonesia gagal masuk ke Arab Saudi. Mereka ditolak pemerintah Arab Saudi karena visanya bermasalah. Visa yang digunakan ternyata tidak resmi. Sebab, mereka berangkat ke tanah suci tidak melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang sah.
Padahal, beberapa waktu sebelumnya, Kementerian Agama sudah mengbabarkan jemaah haji khusus atau sering dikenal dengan sebutan ”haji plus” mulai tiba secara bertahap di Tanah Suci, bersamaan dengan pemberangkatan jemaah haji reguler.
Banyak orang mungkin bertanya-tanya, apa perbedaan jemaah Haji Furoda dan haji ONH Plus.
Berikut penjelasannya, seperti dikutip MURIANEWS dari Detik.com.
Masa waiting list atau daftar tunggu pemberangkatan jemaah haji di Indonesia mencapai puluhan tahun. Misalnya untuk daftar tunggu di Jakarta mencapai 55 tahun.
Ada solusi untuk jemaah yang tak ingin menunggu keberangkatan terlalu lama. Yaitu, dengan memilih ONH Plus atau Haji Furoda.
ONH Plus atau Ongkos Naik Haji Plus merupakan haji kuota pemerintah dengan masa tunggu 5 sampai 7 tahun, sesuai dengan kuota daerah masing-masing. Haji ini merupakan kuota pemerintah yang sifatnya lebih cepat atau percepatan.
”Visanya adalah visa haji yang memang seperti halnya haji reguler tapi dia lebih cepat, biayanya sekitar 4 kali lebih mahal dari biaya reguler,” kata Wasekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Rizky Sembada, Jumat (24/6-2022).
Sementara itu, Haji Furoda menggunakan visa mujamalah, visa yang didapat langsung dari pemerintah Arab Saudi. Jemaah tersebut bisa langsung berangkat di tahun yang sama saat dia mendaftar. Biaya untuk haji furoda pada tahun ini adalah 20.000-25.000 USD atau sekitar sekitar Rp 297 juta-Rp 371 juta.
”Jadi, daftar tahun ini berangkat tahun ini. Biayanya jauh lebih mahal dari haji reguler dan bisa hampir dua kali lipat dari haji plus,” kata Rizky.
Sementara, fasilitas antara haji furoda dan ONH Plus tak terpaut jauh, hanya percepatannya lah yang membuat harga furoda jauh lebih mahal.
”Biasanya furoda itu masyairnya VIP dan hotelnya dikasih bintang 5 itu lazimnya, tapi kembali lagi sesuai paketnya. Furoda yang benar-benar VIP atau hanya percepatannya. Tapi yang membedakan adalah percepatannya. Kalau ONH Plus 5-7 tahun, kalau furoda tanpa antre,” ujar Rizky.
Sedangkan persamaannya yaitu, haji furoda dan ONH plus keduanya sudah diawasi oleh pihak Kemenag dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Travel yang tak memiliki izin tidak boleh menyelenggarakan haji furoda, itu akan masuk pelanggaran.
Travel yang tidak memiliki izin PIHK dilarang keras menyelenggarakan haji furoda. Dan apabila ada yang nekat menyelenggarakan tanpa izin PIHK maka itu melanggar aturan undang undang dan bisa masuk ranah pidana.
Haji Matick
Lalu apa gerangan yang dimaksud dengan Haji Matick? Istilah atau sebutan ini tentu saja tak pernah dikeluarkan oleh Kementerian Agama.
Sebutan tersebut sudah lama AB dengar dari kalangan haji sendiri hanya sebagai candaan.
Seperti diketahui, mobil atau sepedamotor dengan sistem perpindahan transmisi yang diatur dengan kemudahan tanpa harus menginjak pedal kopling, otomatis yang disebut matik.
Sebutan Haji Matick itu muncul dari kalangan jamaah haji sendiri, biasanya dalam candaan terkait keberangkatan ke tanah suci, proses cepat tanpa perlu antre alias ONH Plus dengan segala kelebihan fasilitas dan biaya.*AB/MURIA
