Banner Event

Kejam! Malu Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Ibu Tiri Aniaya Anak Kandung Suaminya

AKSIBORNEO – “Sebuah lagu berirama Melayu dan difilemkan juga yang menggambarkan kekejaman ibu tiri, benar-benar terjadi. Dialami R (15) seorang anak tiri. Ibu tiri hanya menyintai ayah kandungnya saja.”

KEJADIAN  tersebut terungkap berkat media sosial seorang ibu yang melansir sebuah kejadian miris,  melalui akun instagram miliknya @uncle_teebob, seorang bocah kabur dari rumah dengan  berjalan ngesot karena kakinya  diikat  pakai rantai besi, kelaparan dan menadahkan tangan minta makan pada pengguna jalan.

“Kamu mau makan?,” tanya perempuan di balik rekaman video viral tersebut seperti dikutip Beritahits.id pada Kamis, (21/7-2022).

Anak itu hanya menganggukan kepalanya sambil memberikan isyarat tangan yang menunjukan si anak kelaparan. 

Kala ditanya mengapa kakinya di rantai, anak laki-laki yang menggunakan setelan baju berwarna orange dan dalam kondisi kurus kering tersebut bilang, jika kejadian yang menimpanya merupakan ulah  bunda tirinya. 

“Bunda yang gembok? Ya Allah enggak tega banget,” ucap perempuan tersebut.

Malu Punya Anak Berkebutuhan Khusus

Belakangan diketahui anak laki-laki malang itu berinitial R (15), yang memasung si anak dengan cara merantai kakinya adalah ibu tirinya, A (39). Mirisnya, perbuatan si ibu tiri ironisnya didukung oleh suaminya P (40) alias ayah kandung R sendiri yang ikut menyiksa.

Kini ayah kandung dan ibu tiri R,warga Jatiasih, Bekasi itu, harus berurusan dengan pihak kepolisian setempat untuk dugaan pelanggaran UU Perlindungan anak.

Penyebab R diikat pakai rantai besi dengan alasan suka mencuri makanan baik di rumah sendiri dan juga di rumah tetangga, kurang bisa diterima akal sehat.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira mengungkapkan kepada wartawan, Jumat (22/7-2022), kedua orangtua R mengakui kalau anak mereka adalah  seorang anak berkebutuhan khusus.

Menurut pemikiran orangtua R, dengan merantai anaknya dapat mengurangi mobilitas si anak untuk tidak mengganggu lingkungan sekitar.

“Orangtua korban khawatir anak tersebut akan merugikan lingkungan sekitar,”  kata Ivan.

Namun Ivan menegaskan, R tidak melakukan pencurian. Pasalnya orang tua R  sempat berdalih bahwa si anak kerap melakukan pencurian makanan.

“Jadi bukan mencuri, anaknya merasa kelaparan sehingga dia ingin mengambil makanan di rumahnya,” ucapnya.

Tegasnya si ibu tiri maupun ayah kandung R malu punya anak berkebutuhan khusus, sehingga perlu dibatasi ruang geraknya dengan merantai kaki korban sampai kelaparan dan kurus kering.

Padahal A si ibu tiri adalah seorang perempuan berpendidikan cukup, sehari-harinya  relawan pengajar anak berkebutuhan khusus.

“Ayahnya bekerja sebagai sopir pribadi, ibunya bekerja sebagai tenaga relawan atau guru dari anak anak berkebutuhan khusus,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira kepada wartawan.

“Kami sudah menerima hasil visum dari RSUD Kota Bekasi, dimana terdapat luka lebam di sekitar pergelangan kakinya. Mungkin akibat dari rantai yang diikat oleh orang tuanya. Dan di pergelangan tangan sebelah kiri, saya pikir itu juga ikatan dari orang tuanya,” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota – Kompol Ivan Adhitira kepada wartawan, Jumat (22/7-2022). Kini R yang nampak cerdas dan mudah diajak berkomunikasi berada dalam pengawasan sebuah panti asuhan anak di bawah Dinas Sosial setempat.*

Comments
Loading...