Banner Event

Tragedi Terowongan Mina 10 Juli 2022, Alhamdulillah Tak Ada Korban Jiwa. Ingatkan pada Tragedi 3 Juli 1990

AKSIBORNEO – “Jemaah haji yang melaksanakan puncak ibadah rukun Islam ke-5 sempat panik lantaran terjadi insiden padamnya listrik di terowongan Mina.”

MATINYA lampu di terowongan Mina terjadi kala jemaah haji hendak berjalan menuju lantai 3 Jamarat pada Minggu, 10 Juli 2022 pukul 05.15 waktu Arab Saudi.

Hal tersebut langsung dikonfirmasi oleh petugas ibadah haji, Harun Al Rasyid, kepada Media Center Haji (MCH) di Mina.

“Hal itu karena korsleting arus pendek (sehingga lampu mati),” kata Harun Al Rasyid seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News.

Dikatakan Harun Al Rasyid, tanda-tanda lampu mati sebenarnya telah terendus pada malam hari sebelumnya.

Pasalnya, lampu-lampu di depan terowongan menyala redup dan terkadang mati hidup selama prosesi ibadah berlangsung.

“Kemudian tadi pagi habis subuh, jemaah ke Jamarat lewat terowongan itu terjadi mati lampu,” kata Harun Al Rasyid.

Selanjutnya, Harun Alrasyid mengatakan bahwa insiden matinya lampu di terowongan Mina berhasil ditangani dengan cukup cekatan.

“Alhamdulillah tidak lama 30 menit saja diatasi oleh pihak Arab Saudi dan Alhamdulillah sekarang normal lagi,” kata Harun Al Rasyid.

Beruntung, insiden mati lampu itu tidak menimbulkan korban jiwa akibat kepanikan para jemaah haji.

Petugas ibadah haji yang langsung sigap menenangkan para jemaah haji bersyukur bahwa insiden tersebut tak menimbulkan kepanikan yang membahayakan.

“Tidak ada (korban jiwa), Alhamdulillah teratasi dengan baik sekarang sudah lancar dan normal,” ujar Harun mengucap syukur.

Terowongan Mina sempat memakan korban dalam sebuah tragedi pada 3 Juli 1990 silam ketika sekira 1.426 orang jemaah haji tewas terinjak-injak di terowongan Mina.

Pada saat itu, puncak ibadah haji akan dilaksanakan dengan melempar jumrah pada tembok Jamarat. Tercatat ribuan jemaah haji melewati terowongan Mina untuk mencapai lokasi Jamarat, tempat ibadah lempar jumrah dilaksanakan.

Dilaporkan 7 orang terjatuh akibat lantai terowongan yang rusak, akibatnya terjadi kepanikan terjadi ketika 5.000 orang berdesak-desakan di dalam terowongan.

Padahal kala itu, Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa kapasitas terowongan Mina hanya mampu menampung 1.000 orang.

Tak dapat dihindari, tragedi mengerikan pun terjadi saat ribuan jemaah hajiyang panik lantas berdesak-desakan dan saling menginjak satu sama lain.*pira

Comments
Loading...