AksiBorneo – “Aksi unjuk rasa ratusan massa HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) di depan Gedung DPR-RI di Senayan,Jakarta, sempat ricuh. Empat pengunjuk rasa sempat pula diamankan polisi.”
AKSI unjuk rasa yang digelar oleh Pengurus Besar (PB) HMI tersebut berlangsung hanya sekitar satu jam antara 17.00 – 18.00 WIB, Senin (29 Agustus 2022).
Aksi yang diwarnai lemparan-lemparan botol minuman mineral baru sekitar 15 menit berjalan, terjadi kericuhan dorong mendorong dengan polisi, gara-gara peserta aksi mencoba memblokade Jalan Gatot Subroto dengan mobil komando. Mereka juga sempat membakar ban dan masuk ke gedung DPR.
Namun kondisi yang nyaris membakar keduabelah pihak tersebut tak berlangsung lama, karena ada pengertian dari Korlap aksi, bahwa penutupan jalan dapat mengganggu ketertiban umum. Tapi 4 orang diantaranya yang dianggap sebagai provokator diamankan polisi.
Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Kamaruddin kepada wartawan. “Keempatnya cepat kita amankan agar yang lain tidak terprovokasi sehingga dapat mengganggu ketertiban umum”, katanya.
Aksi unjuk rasa massa HMI tersebut tak berlangsung lama, hanya sekitar 50 menit lalu membubarkan diri. Kemudian 4 anggota HMI yang sempat diamakan pun sudah dipulangkan.
HMI menolak kenaikan harga BBM subsidi, tarif listrik dan gas, karena akan mengganggu perekonomian rakyat golongan menengah ke bawah, lagi-lagi akan menjadi korban akibat Covid-19 yang belum pulih seutuhnya.
Beberapa saat sebelumnya di lokasi yang sama massa Ojol juga menggelar aksi dengan tuntutan yang sama dan legalitas professi ojek online, serta revisi perjanjian kemitraan.*
