Banner Event

Sekilas Pesan dan Kesan Manis Anies di Pontianak

Catatan DPW Kalbar RAP-24 (Relawan Anies Presiden-24) :

AKSIBORNEO – “Momen paling menakutkan dan bikin bergidik para BuzzerRP, adalah ketika Anies Rasyid Baswedan Menyapa Warga Kota Pontianak selama dua hari kunjungannya di ibukota Prov.Kalbar ini.”

MESKIPUN kehadirannya hanya selama dua hari satu malam, Jumat dan Sabtu, (17/18-2-2023), telah memberi kesan mendalam dan aroma kehidupan baru bagi warga yang haus akan perubahan.

Safari Anies Baswedan sebenarnya ‘kurang baik-baik saja’ dalam menyusuri perjalanan safari sosialisasi dirinya sebagaii bakal calon Presiden 2024 RI. Tapi itu hanyalah bak angin lalu numpang lewat.

Sambutan hangat massa sejak ketika Anies menjejakan kaki di Bandara Iternasional ‘Supadio’ – yang disambut dengan ucapan doa selamat pada prosesi ‘tepung tawar’, tak membuat kaum hypokrit urung melancarkan niat buruknya.

Usai sholat Jumat ribuan jamaah mengerubungi Anies sambil bersalawat dan meneriakan ‘Presiden, Anies Prsiden…’ Anies diusung, diarak diiringi salawat saat akan meninggalkan masjid terbesar di Kalbar ini yang berkapasitas 9.000 jamaah.

Mulailah Anies dinyinyiri para pembenci, salah satunya seperti komentar yang dikutip Warta Ekomi dari Akun@good ‘Sholat Jumat demi pilpres….. Mantaapppp’.

Sebelumnya, beberapa spanduk terpampang di beberapa titik di jalan yang dilalui untuk masuk kota dan di dalam kota Pontianak, salah satunya bertuliskan PONTIANAK TOLAK ANIES BASWEDAN ditulis dengan huruf kapital, dibawahnya ‘Jangan Kau Bawa Politik Agama ke Pontianak’, dan beberapa spanduk lainnya yang bernada penolakan. Pada spanduk ada pula gambar Anies Baswedan desilang merah.

Dihadang Anies tak meradang, dia merangkul tak memukul. Dia pun terpukau saat petang harinya digelar acara Dialoog Kebangsaan di di balai MABM (Majelis Adat Budaya Melayu), dihadiri berbagai kalangan termasuk para tokoh masyarat sampai kalangan akademisi.

Ketika baru tiba, turun dari dalam mobil, kedatangan Anies disambut atraksi  Barongsay. Saat akan dimulai dialoog kebangsaan, dibuka dengan tarian medlei multi etnis.

“Indonesia itu satu, tapi isinya banyak dan bersatu padu, ada Padang, Dayak, Sunda, Jawa, Batak, dan lain-lain”, ujar Anies saat memulai kata sambutan menanggapi tarian multi etnis tersebut.

Dua acara berikutnya, kunjungan ke sebuah pondok pesantren, dan ngopi malam bersama kalangan milinial.

Dipetik dari dialognya dalam acara ngopi bareng kalangan muda tersebut, antara lain Anies mengatakan; “Apa yang perlu disampaikan, sampaikan. Kalau perlu ditanggapi, tanggapi,” ujarnya terkait pentingnya interaksi.

Hari kedua Anies berada di ibukota provinsi Kalimantan Barat, diawali dengan senam massal pagi bersama Anies Menyapa Pontianak.

Ini kali pertama puluhan ribu massa tumpek-bleg, menyemut di lapangan terbuka penggalanangan dukungan publik.

Belum pernah terjadi atau belum pernah terlihat sebelumnya dalam kampanye partai apa pun, dan dimana pun, massa meluap bagaikan lautan manusia.

Bukan kalkulasi eror, tapi fakta, massa yang hadir lebih dari yang tercatat mendaftar, 30.000 orang. Sukses kerja panitia dan Relawan Anies Presiden-24 dan berbagai simpul pendukung, tanpa bayaran, didukung partai pengusung di Koalisi Perubahan, patut diacungkan jempol.

Membludaknya massa, membuka pula lapangan pekerjaan dadakan. Sisi-sisi lapangan berjejer lapak-lapak mulai dari penjual sovenir, makanan/minuman dan sebagainya hingga mainan anak-anak. Berkah pula bagi juru parkir kendaraan.

Gegap gempita terus menggemuruh saat Anies melemparkan senyum simpatiknya di atas panggung, usai kegiatan senam massal bersama Anies Menyapa Pontianak.

Dia pun tak menolak ajakan massa untuk berswafoto sebelum dan sesudah berpidato..

“Siap bersatu???” teriak Anies Baswedan.

“Siaaap…”, jawab massa.

“Siap menjaga NKRI dan persatuan???”

 “Siaaap, Anies Presiden”, jawab massa.`

“Siap menuju perubahan???” lanjut Anies.

“Siaaap…..!!!”

 “Untuk perubahan Indonesia, kita harus bekerja. Bekerja itu harus dengan tangan, bukan dengan angan”, ujar Anies.

“Setuju…! begitu respons massa.

“Alhamdulillah, Insyaallah kita sampai ke perubahan Indonesia ke depan. Semoga Allah membuka pintu hati kita, dimudahkan segala urusan kita. Aa…..’” seru Anies. Dilanjutkan massa,….. Aamiin….

Sebelum melanjutkan silaturakhminya ke Kalimantan Selatan, Anies sempat ngopi bareng warga di sebuah Warkop, dan kemudian sowan ke Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadri di Istana Kadriyah di Pontianak Timur.

Kader Bangsa yang diusung dan didukung Koalisi Perubahan ini pun mengapresia sambutan Warga Kota Pontianak yang luar biasa, didukung cuaca cerah sebagai berkah.

Spanduk-spanduk yang bernada penolakan dan komentar miring netizen yang alergi Anies, tidaklah menjadi duri dalam nawaitu Anies untuk menjadi pemimpin bangsa.

“Kalau ada yang menjelek-jelekan, biarkan saja. Ucapkan saja assalamualaikum”, kata Anies dengan senyum dalam sebuah kesempatan.

Sikap Anies yang acuh tak acuh pada buli-bulian yang alergi pada dirinya seperti itulah yang membuat bingung para buzzerRP dan kalangan hypokrit lainnya. Sementara Anies melejit sendiri.

Kata-kata atau ujaran-ujaran rendah hati Anies Baswedan dalam kalimat-kalimat tersetruktur,  bikin para buzzer kelenger. Terhenyak tak dapat tidur nyenyak.

Mereka sendiri yang jadi kepanasan bagaikan cacing kena abu. Anies dihujat, mereka yang terperanjat. Anies dihina, eh malah mereka sendiri yang kena. Anies diejek, mereka yang penyek. Mau jujur malu, karena sudah terlanjur. Apalagi mereka memang suka ngelantur

Ainul yaqien, Anies mampu membangun Perubahan Indonesia, seperti halnya ketika dia mampu dan berprestasi melakukan perubahan program pendidikan Indonesia saat menjadi Mendikbud 2014-2016.

Kemudian yang menjadi acuan bagi elektabilitas dirinya, adalah fakta suksesnya membangun dan mengangkat nama ibukota RI ini hingga ke level dunia saat menjadi Gubernur DKI Jakarta 2017-2022.

Semoga Allah melancarkan segala urusannya. Khairunnas anfauhum linnas.*

Comments
Loading...