AKSIBORNEO – “Allah telah memerintahkan kepada kita untuk menyintai satu golongan, dimana dalam suatu ayat Al Qur’an Allah mengatakan:“Qul lā as`alukum ‘alaihi ajran illal-mawaddata fil-qurbā.”
ARTINYA “katakanlah wahai Muhammad, aku tidak minta kepada kalian upah dari apa yang telah aku sampaikan kepada kalian, kecuali yang aku minta dari kalian satu saja, kalian harus mencintai keturunan Rasulullah, alkurba Ahlul Bait, alkurba Zuriati Rasululahi Sallahu wa ala alihi Wassalam”. (QS As Syura;23)
Telah kita dengar, lanjutnya, telah kita saksikan, dan telah kita lihat di media sosial yang telah menyebar di seluruh internet-internet kita, subhanallah yang telah kita saksikan perdebatan-perdebatan, kontroversi diantara suatu golongan ada diantara mereka yang tidak mengakui akan keberadaan Ahlul Bait, keturunan Rasulullah Sallahu Alaihi Wassalam.
Hati-hati, ini adalah fitnah yang begitu dahsyat, fitnah yang begitu besar. Allah telah memerintahkan kepada kita untuk cinta kepada Ahlul Bait. Lalu ada suatu golongan yang tidak mengakui keberadaan Ahlul Bait, keturunan Rasululullah Sallahu Alaihi Wassalam. Maka ini adalah golongan yang tidak benar, golongan yang sesat, golongan yang tidak sesuai dengan syariat Baginda Nabi Muhhammad Salallahu Alaihi Wassalam.
Tahukah kita, Imam kita yang bernama Al Imam Syafi’i, Muhammad bin Idris Syafi’i pernah mengatakan dalam suatu ungkapan yang begitu indah; ‘Ya Ahlilbaiti Rasulullah, cucu Rasulullah, sungguh menyintai kalian semua adalah suatu kewajiban yang telah Allah tetapkan di dalam Al Qur’an, cukup menjadi suatu kemuliaan bagi kalian, yaitu siapa saja yang salat, namun tidak mengucapkan salam kepada Rasulullah, salam kepada cucu Rasulullah, maka salatnya tidak sah.
Apa yang kita ucapkan di dalam tahyat, Allahuma sali ala Sayidina Muhammad wa ala ali Muhammad, salawat kepada Rasulullah dan keluarga Rasulullah.
Andaikan keluarga Rasulullah tidak ada, tidak mungkin disyariatkan kepada kita untuk mendoakan juga keluarga Rasulullah. Bahkan andaikan kita salat, kita tidak menyertakan salawat dan salam kepada cucunya, sungguh salat kita tidak sah di hadapan Allah Subhanahu wa Taala.
Lalu apakah mungkin akan celaka, akan sengsara, akan binasa orang yang menyintai keluarga Rasulullah Sallahu Alaihi Wassalam, maka itu sangat di luar nalar, sangat di luar logika.
Bahkan ancaman bagi mereka yang membenci keturunan Rasulullah Sallahuala Waalihi Wassalam, keturunan Rasulullah yang kita sebut saat ini, dari dulu sampai sekarang, kalau laki-laki kita sebut dengan Habib atau Syarif. Panggilan ini adalah panggilan yang sangat mulia yang tidak ada di negara lain selain negara Indonesia.
Ulama-ulama kita dari zaman dahulu sudah mengajarkan kepada anak-cucunya bagaimana cara memanggil mereka dengan panggilan hormat dan takzim. Padahal mereka punya nama, tapi tidak dianjurkan memanggil namanya.
Kalaulah di negara lain betul kita mendengar ada namanya habib, ada di negara lain, tapi kita mengenal Syarif itu adalah panggilan khusus yang pernah ulama Indonesia ciptakan agar cucu-cucu mereka, agar generasi selanjutnya dapat menghormati dan dapat mengagungkan mereka dengan menggunakan kata Syarif, artinya orang yang mulia.
Demikian dipetik AksiBorneo dari sebagian khotbah tanpa teks berduasi lk 16 menit yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Abdul Bary, SH.I, selaku khatib dan imam di masjid Darul Muttaqien, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Jumat (19 Mei 2023).
Subhanallah kita di Indonesia, di negara Yaman tidak ada yang menggunakan nama dengan kata Syarif, meggunakan kata-kata Habib hanyalah untuk orang yang telah memiliki tingkat bidang keilmuan begitu tinggi.
Tapi Subhanallah kita di Indonesia, yang tua yang muda, yang besar yang kecil, kita panggil Habib, kita panggil Syarif. Ini adalah bentuk penghormatan, jangan kita hilangkan. Jangan kita tidak menghormati mereka.
Kata Rasulullah Sallahu Alaihi Wassalam, barangsiapa yang kemudian meninggal dalam keadaan membenci Ahlul Bait, maka dia meninggal masuk ke dalam neraka.
“Barangsiapa membenci kami dan keluarga kami, Allah akan menyampakan dia bersama orang-orang Yahudi ke dalam api neraka”.
Baca juga Artikel:
Halal bil Halal Rabitah Alawiyah Kota Pontianak, Walikota Edi Kamtono Tekankan Pemilu Damai
Dalam hadis lain Rasulullah mengatakan, “Ketahuilah, mereka (Ahlul Bait) itu diciptakan oleh Allah dari darahku yang begitu mulia, dari tanahku yang begitu mulia, darah mereka sampai kepada darahku. Barangsiapa yang mengingkari kemuliaan mereka, sungguh dia telah mendustakan keutamaan dari Allah Subhanahu Wataala. Barang siapa cinta kepada mereka, Allah akan menyintainya”.
“Barang siapa membenci mereka, maka Allah pun akan membenci kepada mereka”.
“Maka berhati-hatilah, ini bukan masalah yang sangat enteng dan remeh, ini masalah iman, ini masalah aqidah, ini masalah cinta kepada Allah Subhanahu wa Taala, jangan dianggap sebagai masalah biasa. Jangan kita mengikuti pendapat orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Pendapat-pendapat mereka yang tidak benar, karena ulama-ulama kita dari zaman dahulu sampai sekarang, tidak ada yang tidak memuliakan Zuriati Rasulullahu Sallahu Alaihi Wassalam”, tutup Ustadz muda Abdul Bary, SH.I***
