
AKSIBORNEO – “Man arada aiya takala ma’arabih, barang siapa yang ingin berbincang-bincang atau berdialog dengan Allah SWT, maka banyak-banyaklah membaca Al Qur’an, dan pahami juga artinya.”
DEMIKIAN hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Miftahul Ulum ketika mengawali tausiyahnya, mengapresiasi pembacaan Al Qr’an oleh Ustadz Nawawi sebelumnya.
“Bacaan beliau tadi saya menyimak sedikit ada masuk di dalamnya pembacaan ayat suci Al Qur’an dengan bacaan kira atul karibah atau lebih dikenal dengan bacaan kira atul sab’ah. Kalau kita belajar Qur’an biasa-biasa saja, beliau tadi membacanya denga kiratul asyar, ini artinya bacaan-bacaan yang dibaca oleh orang-orang tertentu saja”, kata Ustadz Miftah.
“Mudah-mudahan ustadz yang membaca ayat Qur’an tadi dipanjangkan Allah umurnya. Beliau yang membacanya, kita yang medengarkan, mudah-mudahan sama-sama mendapatkan pahala dari Allah SWT.”, imbuh Ustad Miftah.
“Man arada aya takallamma maarabih, kata Nabi, barang siapa ingin bercakap-cakap, berbincang, berdialog dengan Tuhannya, hendaklah ia membaca Al Qur’an”, papar Ustad Miftah.
“Mudah-mudah di bulan Ramadhan yang lalu kita sempat menghatamkan baca Qur’an. Ada juga yang tak hatam baca Al Qur’an, tapi ikut khataman di masjid, Alhamdulillah”, ujar ustadz yang anggota DPRD Kalbar tiga priode itu.
Terkait halal bil halal yang diadakan oleh incamben anggota DPD RI asal Kalbar Erlina Nasir dan suaminya H.Abang Muhammad Nasir, mantan Bupati Kapuas Hulu dua priode, pada Sabtu (1 Mei 2023) itu, Ustadz Miftah mengungkap pentingnya bermaaf-maafan dan tidak dendam setelah memberi maaf.
“Apa kata Al Imam Syafi’i, kalau aku sudah memaafkan orang, maka aku tak akan pernah menyimpan rasa dendam”, ungkap Ustadz Miftah.
“Ingat, catat,simpan baik-baik dalam diri kita, lam ma afartu lam ma ahadim, jangan pernah menyimpan amarah apalagi rasa dendam”, ujarnya.
Insyaallah pintu maaf akan selalu terbuka sampai bertemu di bulan Ramadan dan Syawal tahun depan. Lagi pula kita tak pernah tahu, sekarang sempat minta maaf atau memberi maaf, tapi besok lusa kita sudah tak bertemu lagi karena meninggal dunia.
Olekarena itu Ustadz Miftah mengingatkan, dalam urusan bermaaf-maafan jangan punya rasa gengsi, mesti yang muda dulu minta maaf. Atau yang tak punya jabatan mesti minta maaf duluan ke yang punya jabatan. Ustadz tak mau minta maaf duluan, kalau jamaahnya tidak minta maaf duluan.
Jangan begitu, Tapi kita mesti saling memaafkan siapa dulu yang minta maaf tak masalah dengan tidak menyimpan rasa gengsi. Minta dibukakan pintu maaf, minta dibukakan pintu ridho.
Apa kata Nabi, jarang-jarang bertemu akan membuat bertambah kasih sayang, apa guna sering bertemu kalau jadi sering bersitegang.
“Tapi anehnya”, ujar Ustadz Miftah, ada suami isteri yang saling tidak berteguran bertahun-tahun, tapi tiap tahun lahir lagi anak yang baru”, selorohnya.
Kata Nabi, papar Ustadz Miftah, siapa yang ingin umurnya dipanjangkan, adalah orang yang sering silaturahmi, orang ini akan dipanjangkan umurnya oleh Allah SWT.
“Karena apa? Karena silaturahmi dan senyum kita itu adalah sedekah. Jangan sombong dengan kedudukan sehingga tak mau bersilaturahmi. Jangan pelit, dengan senyum pun pelit, kedekut, tak mau senyum. Senyum kepada orang lain itu pun merupakah sedekah yang dapat menenangkan hati, melapangkan rezeki dan menambah umur panjang disertai dengan rajin membaca Qur’an”, demikian antara lain dipaparkan oleh Ustadz Miftah. Ulum, SH.I yang saat ini Sekretaris DPW PPP dan anggota DPRD Prov.Kalbar tiga priode.
Ringkasnya resep umur panjang dan dilapangkan rezekinya oleh Allah SWT :
1.Rajin baca Qur’an ;
2.Banyak Silaturahmi ;
3.Ramah dan murah senyum ;
Demikian antara lain dipetik dari tausiyah Ugstadz Miftahul Ulum, SH.I, anggota DPRD Kalbar tiga priode dan saat ini Sekretaris DPW PPP Prov.Kalimantan Barat 2021 – 2026, mendampingi ketuanya H.Abang Muhammad Nasir.
Tausiyah disampaikan sekitar 15 menit pada acara halal bil halal Idul Fitri 1444 H yang diadakan oleh incamben anggota DPD RI Erlina Nasir dan suaminya H Abang Muhammad Nasir – Bupati Kapuas Hulu dua priode 2010/2020, bertempat dikediaman Jl.M.Syafe’i 35, Kompleks Dosen UNTAN kota Pontianak.
Halal bil halal berlangsung sejak pagi hingg sore, dihadiri oleh warga sekitar yang terdiri dari para dosen, warga Kabupaten Kapuas Hulu yang ada di Pontianak, serta para pejabat dari prokopimda Kalbar dan kota Pontianak, Senin (1 Mei 2023).
Ditutup dengan pembacaan doa oleh Al Ustadz Habib Lukman Hakim Assegaf.*
