Banner Event

Menelusuri Penetapan Tahun Hijriyah

Telusur

AKSIBORNEO – “Hari ini kalender Masehi Rabu 19 Juli 2023 ditandai dengan warna merah, artinya sebagai hari libur atau tanda khusus hari besar yang diperingati.”

HARI besar apa gerangan bertepatan dengan 19 Juli 2023? Bagi ummat Islam tentu sudah faham benar dengan hari besar dimaksud, yaitu bertepatan dengan penanggalan tahun baru Islam atau hari pertama dan bulan pertama tahun 1445 Hijriyah, yakni 1 Muharam 1445 Hijriyah.

Dalam sebuah kajian di Masjid Darul Muttaqien kota Pontianak, ketika mengilas balik sejarah perjuangan Nabi Besar Muhammad Rasulullah Salaahu Alahi Wassalam, Ustadz Samsuddin Alhafidz juga menyinggung hal ihwal asal mula lahirnya tahun Hijriyah.

Bahwa terjadi perdebatan antara sesama para sahabat Nabi Muhammad dalam hal untuk menentukan kalender Islam.

Saiyidina Umar mendengarkan usulan-usulan yang disampaikan oleh para sahabat. Ada empat usulan yang dimajukan ketika itu.

“Terdapat empat usulan untuk menentukan perhitungan kalender Islam. Ada usulan dimulai dengan tahun kelahiran Muhammad Rasulullah SAW, ada yang mengusulkan  tahun wafatnya Rasulullah, atau tahun diangkatnya Muhammad menjadi Rasul, lainnya mengusulkan hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah sebagai hari awal tahun baru Islam”, tutur Ustadz Samsuddin.

“Akhirnya opsi terakhir yang diusulkan oleh Ummar bin Khatab yang disepakati, yaitu hari hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah”, terang Ustadz Samsuddin dan secara singkat menjelaskan, bahwa perhitungan kalender Islam (Hijriyah) disebut kalender qamariyah karena dihitung berdasrakan peredaran bulan.  

Mengingat waktu yang singkat pada kajian antara Magrib dan Isya di Masjid Darul Muttaqin kota Pontianak tersebut, AksiBorneo coba melengkapi untuk dapat dipahami lebih jauh.

Dipetik dari portal berita Universitas Muhammadiyah (UMSumatera Barat), menjelaskan, bahwa Kalender Hijriyah adalah sistem penanggalan Islam berdasarkan peredaran bulan yang juga disebut kalender qamariyah. Menurut catatan sejarah, Umar Bin Khattab adalah orang yang membuat atau mencetuskan kalender Hijriyah pertama kalinya.

“Penanggalan Islam atau yang disebut dengan penanggalan Hijriyah dimulai sejak zaman pemerintahan khalifah Umar bin Khattab”, ungkap UMSumbar.

Penentuan kalender di tahun Hijriyah berpatokan dasar pada rotasi bulan, inilah yang menjadi pembeda dengan perhitungan kalender ditahun Masehi dalam penentuan dimulainya hari. Sistem kalender Masehi memulai hari pada pukul 00.00 waktu setempat, sementara kalender Hijriyah memulai hari ketika matahari terbenam di tempat tersebut.

Satu tahun Hijriyah terhitung 354 atau 355 hari, hal inilah yang menyebabkan 1 tahun kalender Hijriyah lebih pendek dibanding dengan 1 tahun kalender Masehi yang terdiri dari 365 hingga 366 hari. Sistem penanggalan kalender Hijriyah dengan rotasi bulan ini di abadikan dalam surah Yunus ayat 5 yang artinya :

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.”

Dikutip dari buku yang ditulis tim Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kemenag RI disebutkan;

Diriwayatkan: Semasa kepemimpinan khalifah Umar Bin Khattab, muncul persoalan terkait dokumen pengangkatan Abu Musa Al-Asy’ar sebagai gubernur di Basrah. Kala itu terjadi perdebatan mengenai waktu pengangkatannya, khalifah Umar Bin Khattab memanggil para sahabat untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Ada empat opsi yang diusulkan kepada Umar sebagai perhitungan awal tahun, seperti tahun Rasulullah lahir, tahun wafatnya Rasulullah, tahun Rasulullah diangkat menjadi Rasul, dan juga tahun hijrahnya Rasulullah ke Madinah.

Atas usulan dan rekomendasi Utsman Bin Affan serta Ali Bin Abi Thalib, Umar pun memilih opsi terakhir sebagai hitungan pertama tahun Hijriyah. Maka lahirnya satu kesepakatan mengenai penetapan kalender Hijriyah.

Selamat merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1445 Hijriyah, semoga dapat menguatkan istiqamah kita. Aamiin !*

Comments
Loading...