Banner Event

KPK Tetapkan Orang Dekat Ganjar Pronowo, Kepala Baguna PDIP Tersangka Korupsi Pengadaan Truk Basarnas

Kasus ini berdiri sendiri tidak terkait kasus korupsi sebelumnya di Basarnas RI juga dengan tersangka lain yang merugikan keuangan negara Rp.83,3 M.

AKSIBORNEO – “Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Max Ruland Boseke (MRB) – Kepala Bagian Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Pusat PDIP sebagai tersangka, dalam  kasus dugaan korupsi pengadaan truk angkut personel di Basarnas RI.”

ORANG dekat Capres RI 2024 dari PDIP Ganjar Pranowo itu tidak sendiri. Dia melancarkan aksinya saat menjadi Sekretaris Utama (Sestama) Basarnas pada 2009-2015, bersama dua saksi lainnya yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka di tingkat penyidikan, Anjar Sulistiyono dan William Widarta.

Anjar Sulistiyono adalah pejabat pembuat komitmen (PPK) di Basarnas dan William Widarta, Direktur CV Delima Mandiri. Ketiganya sudah dicegah ke luar negeri sejak 17 Juni 2023 hingga 17 Desember 2023.

Pihak Direktorat Jenderal Imigrasi Kemeterian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)  membenarkan ketiganya sudah dicekal (cegah tangkal) ke luar negeri atas permintaan cekal oleh KPK dalam status sebagai tersangka.

Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, membenarkan kalau terhadap ketiganya telah dilakukan peningkatan pemeriksaan menjadi penyidikan dan benar telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Betul, saat ini KPK telah membuka penyidikan baru adanya dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara di lingkungan Basarnas tahun 2012-2018 berupa pengadaan truk angkut personel dan rescue carrier vehicle tahun 2014,” papar Kabag  Ali Fikri, Kamis (10 Agustus 2023).

Diketahui, KPK telah meningkatkan perkara dugaan korupsi pengadaan truk di Basarnas ke tahap penyidikan. Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus suap proyek di Basarnas yang menjerat Henri Alfiandi selaku Kepala Basarnas.

Dimana dalam OTT yang dilakukan pada Selasa 25 Juli 2023 sekitar jam 14.00 WIB di jalan raya Mabes Hankam Cilangkap, Jakarta Timur dan di Jatiraden, Jatisampurna, Kota Bekasi, KPK mengamankan 11 orang dan menyita goodie bag berisi uang Rp999,7 Juta.

KPK kemudian menetapkan lima tersangka, di antaranya yakni kedua prajurit TNI aktif itu sebagai tersangka penerima suap. Henri melalui Afri diduga menerima Rp88,3 miliar selama periode 2021-2023.

Namun pengusutan kasus Henri dan Afri diserahkan kepada Puspom TNI. KPK hanya mengusut tiga tersangka yang berasal dari swasta, yakni Mulsunadi Gunawan selaku Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati, Marilya selaku Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati, dan Roni Aidil selaku Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama.

Kasus korupsi pengadaan truk angkut personel di Basarnas yang melibatkan MRB Cs, kata Ali, tidak terkait perkara korupsi sebelumnya yang menuai polemik itu.

Kasus yang menyeret orang dekat Ganjar Pranowo itu disebut merupakan kasus yang berdiri sendiri. Namun disebutkan masing-masing merugikan keuangan negara meliputi puluhan milliyar rupiah.

Ali memastikan KPK akan terus mengusut kasus dugaan korupsi di Basarnas dengan memeriksa para pihak terkait. 

“Proses Penyidikan di Basarnas akan terus kami lakukan dengan pemeriksaan saksi-saksi,” katanya.

Dengan meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan, KPK telah menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka. Ali mengatakan, profil tersangka seluruhnya, konstruksi perkara, dan pasal yang menjerat mereka akan disampaikan pada saatnya nanti.*

*Wilmar Hadi

Editor: Effendy Asmara Zola

Comments
Loading...