Banner Event

Mereka Mulai Panas Dalam

Pemilu 2024 beberapa bulan lagi, hawa panas mulai menggoncang PDIP vs PPP, Gerindra vs Perindo.

AKSIBORNEO – “Dalam kerja sama partai politik harus didasarkan pada kesukarelaan antar partai politik. Karena kalau sebuah kerja sama politik itu landasannya bukan kesukarelaan, ya tentu perjalanannya akan semakin sulit.”

HAL tersebut dinyatakan oleh Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah.

Diketahui PPP ngotot mau memajukan elitenya sebagai bakal calon wakil presiden, siapa lagi kalau bukan Sandiaga Salahuddin Uno untuk mendampingi bakal calon presiden PDIP Ganjar Pranowo yang saat ini masih Gubernur Jawa Tengah.

Jika kursi cawapres tidak didapat PPP, maka partai berlambang Ka’bah itu akan hengkang dari kerjasama dengan banteng moncong putih. Satu dan lain karena PPP mengaku tak pernah diajak serta oleh PDIP untuk menentukan potensial elitenya menduduki kursi cawapres.

Namun Basarah mengakui, sebenarnya Sandiaga Uno salah satu cawapres diantara 5 nama  yang berpotensi bagi PDIP untuk mendampingi Ganjar Pranowo,  yakni Mahfud MD, Puan Maharani, Yenny Wahid, Jenderal (Purn) Andika Perkasa, dan Erick Thohir yang mengerucut dari 10 nama sebelumnya.

“Saya kira probability mereka untuk menjadi cawapres pak Ganjar, cukup tinggi, kita tunggu nanti pada akhirnya batas akhir pendaftaran capres-cawapres yang telah diatur KPU,” kata Basarah.

“Kita lihat bagaimana formasi grouping parpolnya, dan formasi capres cawapresnya,” ujar Basarah.

Menanggapi sikap politik PPP yang siap hengkang tersebut, PDIP merespons dingin.

“Monggo (silakan), lagi-lagi kan bagi PDI Perjuangan kerja sama politik itu dasarnya harus kesukarelaan. Harus kesukarelaan tidak boleh ada paksaan, apalagi ada ancaman, dan lain sebagainya,”  kata Basarah di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/8-2023).

Sehari sebelumnya, hawa panas sudah terasa menyambar di lingkaran Partai Gerindra, ketika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto geram, mengungkit sikap politik plin-plan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibyo.

Partai yang dipimpin oleh bos media massa itu tadinya sudah mendukung Prabowo Soebianto menjadi calon presiden (capres) pada pemilu 2024. Namun tiba-tiba  

partai yang dipimpin  Hary Tanoesoedibjo putar haluan mendukung capres dari PDIP Ganjar Pranowo.

Prabowo mengungkit hal tersebut saat dideklarasikan menjadi bakal capres oleh Partai Gerindra, PKB, Partai Golkar dan PAN di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/8-2023).

“Buktinya sudah banyak. Suatu saat Perindo datang ke kami mengatakan mendukung saya, kemudian Perindo berubah haluan dan keluar,” kata Prabowo.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, sempat menemui Prabowo Subianto di kediamannya Jalan Kartanegara, Jakarta Selatan, Rabu (5/4-2023). Pertemuan itu indikasi Perindo mendukung Prabowo sebagai capres pada pilpres 2024.

Namun, pada Jumat, 9 Juni 2023, Hary Tanoe bertandang ke kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro, Jakarta.

Usai menjalani pertemuan tertutup dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Hary Tanoesoedibjo membulatkan suara mendukung Ganjar Pranowo di pilpres 2024.*(berbagai sumber)

Comments
Loading...