Zionis Israel diambang kehancuran pasca banyaknya negara muslim yang ikut turun gunung membantu Palestina. Kali ini, Yaman yang dijuluki Negeri Seribu Wali Allah ikut menyerbu militer Israel dengan tembakan drone dan rudal.#Sumeks
AKSIBORNEO – “Konflik senjata antara Israel dan Militan Hamas Palestina yang kian memanas, membuat negara sekutu dari kedua belah pihak ikut kebakaran jenggot.”
SEOLAH tak ingin diam saat umat muslim di Gaza diserbu militer Israel, Houthi Yaman yang merupakan negara sekutu Palestina mulai turut serta menyerang militer Israel.
Tak main-main, negara yang didalamnya terdapat Negeri Seribu Wali tersebut melesatkan beberapa rudal balistik ke daerah kamp militer Israel dekat perbatasan Laut Merah.
Gempuran yang dilakukan Houthi Yaman tersebut, menyusul adanya serangan militer Israel ke wilayah Gaza Palestina beberapa hari lalu.
Dikutip dari berbagai sumber, sebelum melancarkan aksinya Houthi Yaman telah menyiapkan milisinya untuk pensiagaan di wilayah perbatasan.
Yahya Saree, juru bicara kelompok Houthi Yaman menegaskan, akan terus menggencarkan serangan jika Israel tak menghentikan serangan ke Palestina.
“Pasukan bersenjata kami bersumpah akan menggencarkan serangannya kepada Israel jika mereka terus memerangi Gaza,” tegas Yahya Saree.
Pemimpin Houthi Yaman, Abdel-Malek al-Houthi, menambahkan, jika Amerika Serikat melakukan intervensi langsung dalam konflik Gaza, kelompok tersebut akan mengambil opsi militer lainnya.
Sementara itu, negara sekutu Israel yakni Amerika Serikat, mengirim 300 tentara tambahan ke Timur Tengah. Hal ini bertujuan untuk memberikan dukungan persenjataan bahan peledak dan komunikasi.
Sebelumnya, Amerika Serikat telah mengirim sejumlah pasukan militernya di Timteng merapat ke Israel termasuk kapal induk, kapal perang dan jet tempur.
“Mereka dimaksudkan untuk mendukung upaya pencegahan regional dan lebih lanjut meningkatkan kemampuan perlindungan pasukan kita,” kata Ryder.
Diketahui, tentara Israel memperluas serangan udara dan darat mereka di Jalur Gaza, yang terus dibombardir setelah kelompok Hamas Palestina meluncurkan serangan mendadak pada 7 Oktober.
Akibat konflik senjata tersebut, hingga kini lebih dari 10.000 orang, termasuk 8.525 warga Palestina dan 1.538 orang Israel, tewas dalam konflik Palestina-Israel.
Dipetik dari berbagai sumber AksiBorneo, pihak Hamas di Gaza menyatakan, hingga Sabtu kemarin (18 November 2023), korban perang dengan Israel sejak 7 Oktober 2023 sudah menyapai 12.300, diantaranya 5.000 anak kecil dan 3.300 wanita tewas. Selain itu tercatat 30 ribu korban terluka.*
Jurnalis Israel menyebut jumlah tentara Israel yang tewas mencapai lebih dari 2.985 prajurit. Jumlah tersebut sangatlah besar. “Jumlah tentara kita yang tewas tidak kurang dari 2.985 tentara, dan jumlah korban luka 11.600 tentara. Saya kaget dan menangis. Terkutuklah Anda, Netanyahu, dan Biden telah melibatkan Israel dalam perang yang telah diperingatkan semua orang kepada mereka,” kata jurnalis Israel seperti dilansir pada akun X bercentang biru, @LadyVelvet_HFQ, berbasis di Uni Emirat Arab.***Aksi/Sumeks
