Banner Event

Anies Baswedan Kaget, Harga-harga di Pasar Flamboyan Pontianak Murah Sekali

AKSIBORNEO –  “Ketika Anies Baswedan memulai kata sambutannya, massa yang membludak di sekitar pentas berdecak kagum. Betapa tidak, Anies fasih dengan salam pembuka sambutannya dan bersalawat.”

DENGAN lafal yang jelas dan pas, Anies mengucapkan salam pembuka sambutannya; ‘Wassalatu wassalamuala asrafil ambiyaii wal mursaliin, Sayidina wa habibina wa Maulana Muhammadin, waala wa ashabihii ajma’in. Rabbisrohli shadriii wa yassirlii amri, wahlul ‘uqdatammin lissaani, yafkahu qauli. Amma ba’du.

“Mantaap…”, terdengar teriakan di antara kerumunan massa.

Itu ketika Capres 01 Anies Rasyid Baswedan mendapat kesempatan untuk menyampaikan kata sambutan setelah meresmikan Kampung Anies di Gang Kamboja, Kelurahan Bansir Laut, Pontianak Tenggara (Ralat, bukan Pontianak Selatan), Selasa, 26 Desember 2023.

Anies memulai orasi kampanyenya dengan sekilas memberi gambaran menuturkan ketika masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Tidak seorang pun berhasil menutup Alexis…”, disambut tawa riuh massa, Anies pun ikut tertawa.

“Itu rumah maksiat, kampung maksiat. Tapi jangan kampungnya yang digusur, maksiatnya yang harus digusur”, kata Anies.

“Ketika saya punya kewenangan, saya gunakan kewenangan itu, saya tutup tempat maksiat itu hanya dengan selembar kertas, berhasil karena saya punya kewenangan merubahnya,” tutur Anies.

“Allahu Akbar”, suara ramai takbir.

Selanjutnya Anies meyakinkan untuk melakukan perubahan ekonomi menjadi baik.

“Bapak – ibu semua, mengapa kita berkumpul di sini? Untuk apa kita berkumpul di sini? Untuk apa?” tanya Anies.

“Untuk perubahan”, teriak massa.

“Nomornya berapa?” tanya Anies lagi yang dijawab “satu…”

Anies pun mengajak massa pendukungnya untuk mengacungkan jari satu bersama-sama.

“Namanya siapa?” dijawab “Anies….”

“Nama wakilnya siapa?” dijawab Amin.

“Bukan Amin,  nanti masuk ke TPS buka kertas suaranya, dicari-cari nama Si Amin kok nggak ada, tapi Muhaimin”, kata Anies.

“Kita berkumpul di sini karena kita ingin perubahan. Kita ingin ibu-ibu agar tidak lagi kerepotan dengan biaya hidup yang mahal. Saya tadi ke pasar Flamboyan kaget, sampai di sana harga-harga muraaah semua. Betul?” tanya Anies.

Sindiran tajam Anies itu disambut tawa ramai massa.

“Harga-harganya murah semua, murah apa mahal sekali?”

Mendapat suara ramai “mahal sekali”, Anies pun bertanya, “bagaimana kalau harga mahal kita teruskan, setuju?”

“Tidaaak..!”

“Kalau tidak setuju, jadi maunya apa?” tanya Anies.

“Perubahan…..”, teriak massa serentak.

“Insyaallah Tuhan akan membantu kita. Jadi kita berkumpul bersama-sama buat perubahan”, kata Anies.

“Aamiin…..”, sambut massa.

“Nanti kalau Kalbar menang, Insyaallah Kalimantan bisa menang,” imbuh Anies.

Anies pun memaklumi betapa repotnya panitia, karena semula diperhitungkan, massa hanya ratusan orang, tapi tak disangka peresmian Kampung Anies di Gang Kamboja membludak dengan ribuan massa. (Ratusan diantaranya dari kota Singkawang, lk 145 Km dari Pontianak.

“Saya saja berdesak-desakan, pengguntingan pita dibatalkan karena gunting dan pitanya hilang oleh ramainya orang berdesak-desakan. Tenaga emak-emak Pontianak ini pun luar biasa. Saya kira mau salaman, rupanya saya ditarik-tariknya”,  seloroh Anies.

Anies juga memperkenalkan tokoh-tokoh perubahan yang menyertai kunjungannya, dari Nasdem, PKS, PKB, dan dari Partai Umat.

Kegiatan ini ditutup dengan pembacaan doa oleh seorang ulama kota Pontianak.

Untuk diketahui Kampung Kamboja merupakan lingkungan kampung cukup besar di Pontianak Tenggara yang padat penduduk. Mulai dari Gang Komboja sendiri, lalu ada Gang III, Gang Bayu, Gang Irian, Gang Landak, Gang Himalaya, Gang Barito dan lainnya. Semua gang ini menembus dari Jalan Tanjungpura sejauh lk 800 meter masuk sampai tepian Sungai Kapuas yang sudah dipoles Pemkot Pontianak menjadi waterfront city.*

Artikel Terkait sebelumnya : Setelah Kampung Anies, di Pontianak Bakal Ada Kampung AMIN

Comments
Loading...