Banner Event

Siap-siap, Harga Beras Diperkirakan Melonjak Tajam Tahun Depan

DIREKTUR Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Bayu Krisnamurthi mengaku, tidak mau berspekulasi liar mengenai kenaikan harga beras yang akan terjadi tahun depan mengingat adanya defisit beras di tahun depan.

“Saya enggak mau berspekulasi,” kata Bayu di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (6/9-‘24).

Untuk menutup defisit beras sebesar 3 juta ton itu, Bulog akan melakukan impor beras.

Bayu berharap pemerintah cepat mengambil keputusan penugasan melakukan impor beras untuk menutup defisit beras.

“Yang kita harapkan penugasan bantuan pangan bantuan atau penyaluran SPHP dan pengadaan dalam negeri itu penugasannya diberikan secepat mungkin,” tutupnya.

Badan Urusan Logistik (Bulog) menyebut stok beras yang didukung oleh impor diperkirakan sebesar 1,35 juta ton hingga akhir tahun.

Krisnamurthi menyatakan untuk per hari ini Bulog sudah menggelontorkan 880 ribu ton.

“Kalau saat ini posisi stok kita 1,35 juta, per hari ini serapan 880 ribu dari dalam negeri (bukan impor),” ucap Bayu di di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (6/9).

Ia berharap hingga akhir tahun ini, stok beras bertambah sebesar 100 ribu ton.
“Mudah-mudahan kita bisa dapat tambahan 100 ribu lagi,” tutupnya.

Saat ini cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 1,35 juta ton dan akan bertambah 900.000 ton lagi pada akhir tahun ini dari impor, sehingga total CBP hingga akhir tahun diperkirakan akan mencapai 2,45 juta ton.

Stok tersebut sebagian besar akan digunakan untuk bantuan pangan pada Oktober dan Desember sebanyak 450.000 ton, serta beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebanyak 500.000 ton, sehingga stok beras yang tersisa hingga akhir tahun diperkirakan mencapai 1,5 juta ton.* rmol

Comments
Loading...