Hazanah
AKSIBORNEO – “Peringatan Hari Jadi (Harjad) Kota Pontianak tahun ini, merupakan Harjad ke 253 pada 23 Oktober 2024 yang tiap tahun dimeriahkan dengan berbagai even”
PARTISIPASI dan antusias masyarakat tentu saja merayakannya di mana-mana dengan berbagai even.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sendiri menjadwalkan acaranya dengan akan menyelenggarakan even spektakuler, tari jepin massal sepanjang lk 7 atau 8 km, dari Jalan Ahmad Yani I hingga Jalan KH Ahmad Dahlan pada 20 Oktober yad.
Pada beberapa tahun sebelumnya even serupa pernah juga disenggarakan hanya di jalan depan Balikota Pontianak dengan diikuti 3.000 peserta penari jepin massal dan beberapa kegiatan lain memeriahkan.
Terkait dengan Harjad ke 252 Kota Pontianak di tahun 2024 kini, mari kita longok sejenak janji program Pemkot Pontianak pada satu dekade silam.
H Edi Rusdi Kamtono, ketika masih Wakil Walikota Pontianak menyatakan, tiap tahun makin banyak partisipasi dan antusias masyarakat merayakannya di mana-mana.
Hal tersebut disampaikannya dalam kata sambutan pada acara pembukaan pagelaran seni-budaya – yang diselenggarakan oleh keluarga Kesultanan Kadriyah, Jumat (20 Oktober 2017) malam di halaman Istana Kadriyah, Pontianak.
Berbagai even terkait peringatan HUT Kota Pontianak, kata Edi Kamtono, sebagai salah satu upaya melestarikan budaya yang harus terus digali dan ditumbuhkembangkan. Mungkin yang dulu pernah ada dan dilupakan, kini kita bangkitkan kembali, karena budaya merupakan perekat sebagai sarana silaturahim, sarana semangat membangun dan hidup di peradaban kota Pontianak, khususnya yang didominasi budaya Melayu.
Olehsebab itu, lanjutnya, tentunya ke depan kita harus terus berkolaborasi dan terus meningkatkan kualitas rangkain even tahunan ini. Pemerintah Kota Pontianak, kata Edi Kamtono, bekerjasama dengan berbagai pihak.
”Yang pasti kita bikin semarak. Makin banyak masyarakat yang terlibat , makin semarak peringatan ulang tahun kota Pontianak,” katanya.
Kota Pontianak yg makin tua umurnya, kata Edi Kamtono pula, jumlah penduduknya sudah di atas 653.000 jiwa, namun luas kota tidak bertambah. Olehkarena itu kita terus meningkatkan kualitas infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik dengan konsep smart city yang sudah dimulai beberapa tahun terakhir.
Kota Pontianak, kata Edi Kamtono, adalah diantara tiga kota yang telah ditunjuk sebagai kota Program Kota Baru Indonesia, diantara tiga kota yang ditunjuk oleh Bapenas dengan kucuran dana dari pemerintah pusat cukup besar, total 4,7 triliun anggaran yg sudah diprogramkan
Kita lihat sudah berjalan beberapa program terutama penataan water front city. Dan tentunya kawasan cagar budaya Istana Kadriyah dan Mesjid Jamik – tetap harus menjadi skala prioritas pembangunan yang sudah dimulai.
“Kita akan tata seluruh kawasan ini menjadi kawasan yang tertata rapi, baik, bersih, aman, yang bisa membuat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan bukan hanya bagi kota Pontianak, tapi bagi Kalimantan Barat,” harapnya.
Ke depan masjid Jamik akan direstorasi artinya akan diperbaiki diperkuat dipertahankan bentuk aslinya, tidak dirubah dan kita terus tingkatkan kualitas penataan tersebut,
Maka harapan kita dukungan masyarakat di sekitarnya di Kecamatan Pontianak Timur ini, sangat kita harapkan, karena akan sia-sia pembangunan kalau masyarakatnya tidak bisa bekerjasama dan mendukung.
“Karena ke depan, harapan kita kesejahteraan menjadi hal yang sangat penting dan harus sama-sama kita perjuangkan bagi masyarakat sekitar Istana ini,” paparnya.
Olehkarena itu pemerintah Kota Pontianak mengapresiasi langkah Kesultanan Pontianak yang tahun ini ikut aktip menyelenggarakan even-even, dengan mana diharapkan akan tumbuh ekonomi kreatip. Akan tumbuh inovasi-inovasi dari masyarakat untuk menyiptakan dan meningkatkan kualitas hidupnya untuk memberdayakan dirinya memanfaatkan momentum-momentum seperti ini menjadi kegiatan ekonomi kreatip
Mudah-mudahan pihak keluarga Istana Kadriyah ke depan dapat terus meningkatkan dan lebih banyak berkolaborasi tidak hanya dengan pemerintah daerah, tapi dengan swasta dan bisa jadi dengan negara – negara lain ikut dilibatkan.
Dunia sekarang sudah berubah, katanya, sehingga kita tidak bisa menghindar dari teknologi informasi yang canggih. Sehingga, kegiatan kita ini mungkin kalau distreming bisa ditonton di seluruh dunia pada saat ini juga, dan kita bisa memperkenalkan budaya kita ke seluruh Indonesia dan mancanegara.
“Kita berharap nantinya Kota Pontianak akan lebih maju dan menjadi suatu kota tujuan hidup dan menyenangkan ,” ujar Wakil Walikota ini.
“Kita berharap Istana Kadriyah Pontianak ini akan menjadi salah satu pusat budaya Melayu dan juga sebagai pusat peradaban bagi ketenteraman, kebahagian, kesejahteraan bagi masyarakat kota Pontianak,” harapnya.
“Kata orang bijak dengan ilmu hidup akan terasa mudah, dengan agama hidup akan terarah, dengan ibadah hidup akan makin berkah, dengan seni/budaya hidup akan makin indah,” tutup Edi Kamtono mengakhiri sambutannya tanpa teks selama 11 menit.
Kini Ir. Edi Rusdi Kamtono, MM., MT., jelang Harjad ke 253 Kota Pontianak, adalah incumben pada Pilwako Pontianak untuk 2024-2029 setelah melewati masa bakti 2018-2023 dengan kemenangan telak 63,3% suara.
Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadri, SH pun baru saja dilantik menjadi Anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) diurutan kedua dari 4 anggota DPD Kalbar terpilih lainnya yang lolos untuk priode 2024-2029.*
Baca juga :
Ayo Ikut Serta Meriahkan Harjad ke-253 Kota Pontianak dengan Jepin Massal
